Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Sekjen PBNU: Tangkal Radikalisme Lewat 'Dakwah bil Sosmed'

Melalusa Susthira K
22/6/2019 14:40
Sekjen PBNU: Tangkal Radikalisme Lewat 'Dakwah bil Sosmed'
Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Helmy Faishal Zaini(ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

SEKJEN Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Helmy Faishal Zaini, mengajak generasi millenial untuk menjadikan sosial media (sosmed) sebagai medium untuk berdakwah. Hal itu diungkapkannya guna menangkal paham radikalisme, terorisme, dan transnasionalisme yang banyak menyusup melalui sosmed.

"Dakwah bil sosmed, sehingga kita tidak terpengaruh oleh berbagai macam paham paham-paham atau aliran-aliran yang begitu marak muncul di banyak laman sosial media" ujar Helmy saat mengisi acara Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Sabtu (22/6).

Baca juga: Masyarakat Sudah Mulai Lelah dengan Drama Pemilu

Kekhawatiran terhadap masuknya paham-paham transnasional, radikalisme, dan terorisme, Helmy gambarkan dengan data yang menyebutkan sebanyak 3% dari jumlah Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah terpapar radikalisme. "Bayangkan aparat penegak hukum yang harusnya jadi barikade pengamanan, kini sudah terpapar," imbuh Helmy.

Atas dasar itu, menurut Helmy, perang dewasa ini tidak mewujud melalui perang kekuatan secara fisik, melainkan menyusup melalui sebaran konten-konten di sosmed berupa hoaks, fitnah, ujaran kebencian, dan konten negatif lainnya yang sengaja dimainkan untuk memprovokasi dan memecah belah bangsa.

Untuk itu, Helmy menilai dengan mengisi sosmed melalui konten-konten positif, seperti dakwah yang menyejukkan, diharapkan dapat memperkuat perdamaian bangsa, sekaligus menangkal paham-paham impor yang kian meresahkan tersebut.

"Mari kita bergama secara riang gembira tidam pakai paksaan, teror. Jangan jadikan agama sebagai tameng menakut-nakuti orang," tandas Helmy. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya