Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SELURUH prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) diingatkan agar tetap meningkatkan taktik dan teknik kemiliteran serta profesionalisme. Pasukan khusus harus berani membela kebenaran dan meraih keberhasilan dalam setiap pelaksanaan tugas. Demikian amanat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat memimpin upacara peringatan HUT ke-67 Kopassus di Markas Kopassus, Jakarta, kemarin.
"Tantangan di masa mendatang tidak semakin ringan. Teknologi terus berkembang dan jadilah pasukan khusus yang adaptif, inovatif dalam berbagai tuntutan tugas. Jadilah pasukan yang berkelas dunia," tegas Hadi.
Mantan Kepala Staf TNI-AU itu menekankan bahwa kekuatan TNI tetap berada di tangan rakyat dan sejatinya militer harus menjadi pelindung dan pembela rakyat. Ia mengimbau kepada seluruh prajurit agar tetap rendah hati, berjiwa besar, dekat, dan menyatu dengan rakyat.
Menurutnya, pasukan baret merah tersebut selalu hadir di seluruh penjuru negeri serta menjadi legenda. Kopassus pun telah menorehkan prestasi gemilang hingga terkenal di kancah internasional.
"Kalian bagaikan hantu-hantu bagi musuh negara. Tapi ingatlah bahwa kita juga manusia dan jangan takabur. Jangan lupa untuk selalu berlindung kepada Sang Pencipta agar setiap langkah menjadi yang terbaik," pungkasnya.
Mantan Danjen Kopassus sekaligus mantan Panglima TNI Jenderal Purn Gatot Nurmantyo dan sejumlah mantan Danjen Kopassus termasuk Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto, menghadiri upacara tersebut. Prabowo yang juga capres nomor urut 02, hadir sekitar pukul 08.00 WIB di Lapangan Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur, memakai jas warna krem lengkap dengan baret merah.
Sejumlah tokoh senior Kopassus dan TNI tampak hadir, di antaranya mantan KSAD Jenderal (Purn) Mulyono, Hendropriyono, KSAD Jenderal Andika Perkasa, KSAL Laksamana Siwi Sukma Adji, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Upacara dimulai dengan penayangan video tentang Kopassus. Presiden Joko Widodo pun mengucapkan selamat ulang tahun kepada Kopassus melalui tayangan video. "Dirgahayu ke-67 Kopassus. Semoga Tuhan Yang Maha Esa meridai di mana pun Anda bertugas," ucap Jokowi.
Peringatan HUT ke-67 Kopassus pada 16 ApriI 2019, memiliki keistimewaan karena berimpitan dengan pelaksanaan pesta demokrasi di Indonesia. Oleh karena itu, pelaksanaan perayaan HUT diundur pada 24 April 2019. Memaknai tradisi perayaan HUT Kopassus yang telah diturunkan para sesepuh, sejatinya memiliki dua makna penting. Pertama, merupakan momen refleksi dalam rangka terus meningkatkan profesionalisme untuk menjawab tantangan tugas.
Kedua, sebagai media untuk terus memelihara ikatan silaturahim para prajurit, baik yang masih aktif di Kopassus maupun para purnawirawan dan sesepuh Korps Baret Merah.
Kualitas tinggi
Prabowo Subianto meng-apresiasi kemampuan dan profesionalisme yang diperlihatkan seluruh prajurit Kopassus. Menurut dia, prajurit Kopassus memiliki semangat dan selalu mempertahankan kesetiaan kepada bangsa dan negara. Kemampuan mereka dalam setiap pelaksanaan tugas pun telah diakui dunia.
"Hari ini saya sangat bangga. Saya melihat kemampuan prajurit Kopassus sangat luar biasa," ujar Prabowo seusai upacara. (Ant/P-2)
PT Perta Arun Gas (PAG) menggelar simulasi pengamanan pelabuhan skala besar.
Menurut Yusril, ketiadaan payung hukum yang komprehensif membuat negara belum optimal dalam merespons ancaman disinformasi secara sistemik.
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan penerapan pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pelaksanaan pilkada dapat menghemat anggaran secara signifikan.
Wali Kota Crans-Montana meminta maaf setelah terungkap Bar Le Constellation, lokasi kebakaran maut yang menewaskan 40 orang, tidak diaudit sejak 2019.
Apakah perjalanan Grab bisa direkam suaranya? Pertanyaan ini kerap muncul terkait keamanan, dokumentasi pribadi, hingga bukti jika terjadi hal tidak diinginka
Survei Gallup memang menjadi bukti bahwa Indonesia kompetitif dan aman bagi Warga Negara Asing (WNA), namun aspek perlindungan internal tetap harus dibenahi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved