Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Pengamat: Pemilu 2019 Milik NasDem

Putra Ananda
24/4/2019 19:55
Pengamat: Pemilu 2019 Milik NasDem
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat pembekalan calon anggota legislatif Partai NasDem se-Jateng-DIY, beberapa waktu lalu.(MI/Rommy Pujianto)

PAKAR politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menilai Pemilu 2019 secara tidak langsung dimiliki oleh NasDem.

Hal tersebut dikarenakan NasDem menjadi salah satu partai dengan peningkatan elektoral paling signifikan dari Pemilu 2014 dibandingkan partai lain.

"Suka tidak suka, Pemilu 2019 ini sebetulnya milik NasDem. Dari 2014 yang cuma 6,7% menjadi 10% berdasarkan penghitungan riil sementara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU)," tutur Adi saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (24/4).

Berdasarkan data yang ada di laman KPU, NasDem berada di urutan partai ke empat peraih suara terbanyak dengan raihan suara sebesar 10,1%. Meningkat sekitar 3,3% dibandingkan Pemilu 2014. PDIP sebagai partai peraih suara terbanyak hanya mampu meningkatkan suara sebesar 1% jika dibandingkan dengan Pemilu 2014.

Baca juga: Partai NasDem Muncul Jadi Kekuatan Utama

Adi yang juga Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia menuturkan setidaknya ada tiga faktor yang membuat NasDem mampu meraih hasi positif dalam Pemilu 2019.

Ketiga faktor tersebut yaitu sikap politik tanpa mahar, penentuan caleg tiap daerah pemilihan, serta konsistensi NasDem sebagai partai pendukung pemerintahan Jokowi.

"Ini tidak terlepas dari berkah NasDem yang sejak awal menjadikan Jokowi sebagai brand yang terus dijaga oleh NasDem sejak awal. NasDem sama sekali tidak khawatir mengusung Jokowi meskipun berisiko suara pemilih disedot oleh PDIP," tuturnya.

Adi menilai, NasDem memang sejak awal serius untuk memenenagi Pemilu 2019. Hal tersebut terlihat dengan memilih caleg-caleg berkualitas untuk bertarung di tiap-tiap dapil. NasDem mengusung caleg yang berpotensi besar menang di tiap dapil.

"Banyak juga caleg yang sukarela pindah ke NasDem untuk maju bersama NasDem. Mulai dari kepala daerah, mantan kepala daerah maupun para caleg-caleg petahana dari partai lain. Itu artinya NasDem memiliki satu daya tarik sebagai kendaraan politik di mata politisi," tutur Adi. (X-15)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik