Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

BPN Sebut Temukan Indikasi Kecurangan di Pemilu 2019

Rahmatul Fajri
22/4/2019 21:14
BPN Sebut Temukan Indikasi Kecurangan di Pemilu 2019
Direktur Media dan Komunikasi BPN Prabowo-Sandi Hashim Djojohadikusumo(Antara/Reno Esnir)

DIREKTUR Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo menilai penyelenggaraan Pemilu 2019 kali ini jauh dari nilai jujur, adil dan transparan.

"Kami menilai Pemilu sekarang tidak jujur, tidak transparan, dan tidak adil," ujar Hashim Djojohadikusumo di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (22/4).

Kecurangan yang terjadi secara masif pada Pemilu 2019 ini, kata Hashim terlihat secara jelas pada saat perhitungan cepat suara yang dilakukan oleh lembaga survei yang memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Hashim menduga 17,5 juta daftar pemilih tetap (DPT) ganda yang sudah berkali-kali dilaporkan ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) digunakan sebagai selisih keunggulan Jokowi-Ma’ruf.

"Kami khawatir dan kami mencurigai, kami cemas bahwa angka selisih yang quick count itu diambil dari 17,5 juta nama itu," kata adik kandung Prabowo Subianto tersebut.

Baca juga : TKN : Ada Pola Sistematis Mainkan Isu Kecurangan Pemilu

Sementara itu, Direktur Materi dan Debat BPN Sudirman Said mengatakan, pihaknya melihat banyak indikasi pelanggaran, kejanggalan dan kecurangan yang terjadi di berbagai penjuru Indonesia dari Aceh hingga Papua.

"Di Sumbar ada satu gudang kertas suara terbakar, di Sumut seorang bupati mengundurkan diri. Di Nias ada bupati marah karena C1 nya disimpan seseorang. Di berbagai tempat ada polisi-polisi merebut, mengambil dengan paksa C1. Ini adalah satu gejala ada mobilisasi tindakan aparat yang menunjukkan ketidaknetralan," kata Sudirman di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Senin (22/4).

Dalam kesempatan itu, Sudirman kembali mempersoalkan carut-marut daftar pemilih tetap (DPT) hingga kebijakan kotak suara kardus. Menurutnya, saat ini publik mulai bisa melihat betapa kelirunya penggunaan kotak suara kardus di Pemilu.

"Kena banjir hancur, dibakar mudah terbakar, bahkan lucu gembok dibuka dengan gunting," kata Sudirman.

Sudirman menilai, serangkaian proses di atas berpotensi mencederai hasil Pemilu 2019. Karenanya, BPN mengajak masyarakat bersama-sama menjaga proses perhitungan suara hingga tuntas.

"Kita mengajak masyarakat untuk menjaga proses ini, menjaga kedaulatan suara rakyat, supaya tidak dicuri oleh tangan-tangan yang tidak berhak," tandas Sudirman. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya