Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PANGLIMA Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsda TNI Imran Baidirus meminta metode belajar peta buta Indonesia perlu diajarkan lebih intens di sekolah-sekolah, terutama untuk generasi milenial yang tumbuh seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi.
Hal ini dirasakan Imran sangat mendesak karena saat generasi milenial memimpin Indonesia yang begitu luas, berada dalam posisi strategis menghadapi ancaman begitu besar.
"Kedaulatan negara dan ketahanan nasional salah satunya terbangun ketika kedaulatan udara terwujud," ujar Imran Baidirus ketika menerima kunjungan Ketua Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa), AM Putut Prabantoro, yang juga alumnus Lemhannas RI–PPSA XXI, di Markas Kohanudnas Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (11/4).
Imran menjelaskan, ancaman keamanan dan pertahanan di masa depan tidak nampak dan menggunakan wilayah udara sebagai media. Generasi milenial melakukan aktivitas seluruhnya berbasis pada wilayah udara. Siapa yang menguasai teknologi informasi dan komunikasi secara hardware (perangkat keras) ataupun software (perangkat lunak), dia lah yang akan menguasai perang di masa depan.
Indonesia sebagai sebuah negara, ujar Imran, memiliki wilayah negara yang sangat luas. Jika dibanding dengan Eropa, jarak diagonal Sabang hingga Merauke sama dengan jarak London ke Ankara. Artinya, luasnya Indonesia meliputi belasan negara Eropa. Hanya saja, kurikulum pendidikan sekolah dasar dan menengah belum cukup memperkenalkan wilayah Indonesia.
“Memperkenalkan Indonesia sebagai wilayah itu bukan untuk nilai rapor, tetapi untuk membentuk generasi baru yang mendiami sebuah wilayah daratan, laut dan udara yang kedaulatannya perlu dipelihara, dipertahankan serta dijaga," ungkap Imran.
"Penanaman pemahaman ini tidak bisa instan tetapi perlu pendidikan bertahun-tahun. Oleh karena itu, sejak dini, anak-anak harus diperkenalkan Indonesia dengan pendekatan peta buta. Seharusnya lulus sekolah dasar, siswa sudah memahami peta buta Indonesia. Ini soal sederhana tetapi sangat penting bagi masa depan Indonesia,” tegasnya.
Baca juga: Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Apel Gelar Pasukan
Selain itu, siswa generasi milenial dan setelahnya perlu dipersiapkan secara alamiah untuk mencintai wilayahnya dengan memperkenalkan angkatan pertahanan negara. Menurut Imran, dunia pendidikan sekolah dasar dan menengah harus membangun patriotisme melalui cinta akan angkatan pertahanan.
“Memenangkan perang di masa depan tidak cukup hanya menguasai teknologi dan informasi. Indonesia yang sangat luas ini membutuhkan generasi yang memiliki budaya disiplin, budaya bangga akan negara dan juga budaya mimpi dari sebuah generasi baru tentang Indonesia di masa depan. Yang perlu dilakukan oleh kita semua adalah mempersiapkan generasi baru termasuk milenial memiliki ketiga mimpi ini,” terangnya.
Oleh karena itu, Kohanudnas akan memulai suatu program pendidikan rekreasional Cinta Indonesia bagi siswa sekolah dasar dan menengah dengan cara sederhana. Rekreasional itu merupakan perpaduan dari kata rekreasi (pendidikan dengan pendekatan entertain), kreasi (menciptakan mimpi) dan nasional (negara dan bangsa).
“Program ini bertujuan membangun cinta negara dengan cara memperkenalkan angkatan udara kepada para siswa sekolah dasar dan menengah untuk mengerti wilayah udara Indonesia, pertahanan wilayah udara, memperkenalkan alat-alat pertahanan seperti pesawat terbang, lalu peta buta dan lainnya. Anak-anak pasti bangga ketika pakaian pilot dan berfoto dengan pesawat sekalipun replika," pungkasnya.(RO/OL-5)
PEMERINTAH Indonesia menegaskan rencana pengerahan hingga 8.000 personel TNI ke Gaza akan sepenuhnya berfokus pada misi kemanusiaan, bukan operasi tempur.
Donny Pramono menyatakan bahwa proses penyiapan pasukan untuk misi perdamaian dan kemanusiaan ke Gaza, Palestina, terus dimatangkan.
Jumlah pelanggaran prajurit TNI 2025 menurun hingga 40%. Namun, tantangan disiplin dan kejahatan siber masih jadi sorotan.
Pemerintah mengambil langkah konkret dengan memperkuat pengamanan bandara khususnya di wilayah di Papua menyusul insiden penembakan pesawat perintis di Papua Selatan.
Indonesia siapkan 8.000 personel TNI untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF) di Gaza, tunjukkan komitmen misi perdamaian.
PEMERINTAH berencana mengirim 8.000 prajurit TNI ke Gaza, Palestina untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF). Keputusan itu dinilai sarat risiko
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved