Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Kerap Tebar Fitnah, Prabowo Semakin Emosional

Mediaindonesia.com
12/4/2019 19:45
Kerap Tebar Fitnah, Prabowo Semakin Emosional
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto(MI/M. Irfan)

SEKRETARIS Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan berbagai ancaman yang ramai dilontarkan beberapa hari terakhir ini merupakan upaya mendelegitimasi pemilu dan penyelenggaranya.

Mulai dari ancaman mengadakan people power, hoaks tujuh kontainer yang telah dicoblos, hoaks bocoran penghitungan suara di luar negeri, fitnah server KPU yang didesain untuk memenangkan 01, hingga skenario surat suara yang sudah dicoblos.

"KPU dan Bawaslu dipilih secara demokratis oleh DPR. Saat itu Gerindra, PAN dan PKS menjadi bagian koalisi yang ikut memimpin pemilihan itu. Lalu ketika berbagai sandiwara pemilu dijalankan dan berbagai hoaks serta fitnah diluncurkan hanya untuk menyerang Pak Jokowi, rakyat Indonesia justru berbalik arah, semakin memperkuat dukungan pada Pak Jokowi. Jadi semua jurus hitam yang dipakai menjadi senjata makan tuan," kata Hasto melalui keterangan resmi, Jumat (12/4).

Tim Prabowo-Sandi seharusnya paham, ketika aspek negatif seperti hoaks dan fitnah digunakan, hal tersebut akan masuk dalam perilaku, mental dan cara bertindak yang negatif.

"Maka kita bayangkan mengapa Pak Prabowo semakin nampak emosional, dan dari tangannya mengalir energi negatif dengan gebrakan. Hal tersebut malah mengikis martabat Pak Prabowo sendiri," tegas Hasto.

Baca juga: TKN Nilai Transaksional jika Prabowo Umumkan Nama Menteri

Ia pun menyebut sosok seperti Ratna Sarumpaet, Neno Warisman, Bahar Smith, Amien Rais, Fadli Zon, dan lainnya menampilkan hal negatif yang sebangun dengan watak dan karakter hoaks itu sendiri. Karena itu, Hasto mengimbau masyarakat perangi hoaks dan fitnah.

Jurus Trump yang mendeligitmiasi penyelenggara pemilu agar banyak golput, lanjut Hasto, tidak berlaku di sini.

"Berbagai jurus hitam yang dijalankan untuk menyerang Pak Jokowi-KH Ma'ruf Amin akan berhadapan dengan benteng kultural berupa niat baik, tenggang rasa, cinta damai dan keharmonian. Watak dan karakter bangsa Indonesia itu membangun persaudaraan. Jadi jangan kotori peradaban kita dengan hal-hal hitam yang merusak sistem nilai kemanusiaan kita," tukasnya.

Sebab itu, pilihan pendukung Jokowi-Amin jelas mengawal jalan kemenangan dengan membela pemimpin yang jujur, bekerja dan merakyat meski dikepung sejuta meriam hoaks.

"Dukung langkah Jokowi untuk memimpin jalan rekonsiliasi, tebar kebaikan, kembangkan sikap persaudaraan, dan jaga persatuan bangsa."(RO/OL-5)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya