Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

TKN Nilai Transaksional jika Prabowo Umumkan Nama Menteri

Mediaindonesia.com
12/4/2019 11:30
TKN Nilai Transaksional jika Prabowo Umumkan Nama Menteri
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato politik di hadapan pendukungnya di Jambi, Kamis (14/3/2019).(ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

GELARAN pemilu belum usai, namun Prabowo saat akan menyampaikan Pidato di Surabaya, Jawa Timur, berencana menyampaikan nama-nama yang mungkin akan mengisi kabinetnya.

Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin Johnny G Plate mengatakan langkah Prabowo yang akan menyampaikan nama-nama yang mungkin akan mengisi kabinetnya cukup aneh. Ada agenda tersembunyi yang mendasari langkah Prabowo itu.

"Ada dua kemungkinan terkait langkah Prabowo itu," ujar Johnny di Jakarta, Jumat (12/4). Pertama, Prabowo ingin mempengaruhi suara pemilih di Surabaya dengan menggulirkan nama-nama yang mungkin disukai oleh masyarakat.

Sedangkan kedua, Prabowo sedang melakukan politik transaksional. "Dengan mengungkap kemungkinan nama calon yang akan masuk di kabinet, Prabowo mengharapkan nama tersebut akan total dalam menggalang suara bagi Prabowo," kata politisi Partai NasDem itu.

Baca juga: Komplotan Penipu Catut Nama Menteri Dibekuk

Langkah yang mirip sebenarnya juga dilakukan oleh cawapresnya yakni Sandiaga Uno. Sandiaga saat memuji Sri Mulyani yang mendapat Gelar menteri Keuangan Terbaik untuk Ketigakalinya, melontarkan pernyataan bahwa Sri Mulyani akan lebih hebat lagi bila berada di bawah Prabowo-Sandiaga.

Pernyataan Sandiaga itu sejatinya menunjukkan bahwa ketiadaan orang kompeten di tim Prabowo-Sandiaga. Namun, juga dapat ditafsirkan untuk menarik para pemilih yang mengagumi sosok Sri Mulyani untuk menjatuhkan pilihan ke Prabowo-Sandiaga karena sekan akan Sri Mulyani masih akan dipakai bila Prabowo menang. Padahal itu mustahil terjadi.

"Ya sebaiknya paslon 02 menggunakan cara cara kampanye yang beretika. Tirulah gaya Jokowi-Maruf yang selalu mengedepankan dialog dan solusi," tandasnya. (RO/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya