Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
GELARAN pemilu belum usai, namun Prabowo saat akan menyampaikan Pidato di Surabaya, Jawa Timur, berencana menyampaikan nama-nama yang mungkin akan mengisi kabinetnya.
Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin Johnny G Plate mengatakan langkah Prabowo yang akan menyampaikan nama-nama yang mungkin akan mengisi kabinetnya cukup aneh. Ada agenda tersembunyi yang mendasari langkah Prabowo itu.
"Ada dua kemungkinan terkait langkah Prabowo itu," ujar Johnny di Jakarta, Jumat (12/4). Pertama, Prabowo ingin mempengaruhi suara pemilih di Surabaya dengan menggulirkan nama-nama yang mungkin disukai oleh masyarakat.
Sedangkan kedua, Prabowo sedang melakukan politik transaksional. "Dengan mengungkap kemungkinan nama calon yang akan masuk di kabinet, Prabowo mengharapkan nama tersebut akan total dalam menggalang suara bagi Prabowo," kata politisi Partai NasDem itu.
Baca juga: Komplotan Penipu Catut Nama Menteri Dibekuk
Langkah yang mirip sebenarnya juga dilakukan oleh cawapresnya yakni Sandiaga Uno. Sandiaga saat memuji Sri Mulyani yang mendapat Gelar menteri Keuangan Terbaik untuk Ketigakalinya, melontarkan pernyataan bahwa Sri Mulyani akan lebih hebat lagi bila berada di bawah Prabowo-Sandiaga.
Pernyataan Sandiaga itu sejatinya menunjukkan bahwa ketiadaan orang kompeten di tim Prabowo-Sandiaga. Namun, juga dapat ditafsirkan untuk menarik para pemilih yang mengagumi sosok Sri Mulyani untuk menjatuhkan pilihan ke Prabowo-Sandiaga karena sekan akan Sri Mulyani masih akan dipakai bila Prabowo menang. Padahal itu mustahil terjadi.
"Ya sebaiknya paslon 02 menggunakan cara cara kampanye yang beretika. Tirulah gaya Jokowi-Maruf yang selalu mengedepankan dialog dan solusi," tandasnya. (RO/OL-7)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved