Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Satgultor TNI Gelar Latihan Antiteror Jelang Pemilu

Antara
09/4/2019 19:10
Satgultor TNI Gelar Latihan Antiteror Jelang Pemilu
Kesiapan pasukan Antiteror TNI seperti Satuan 81 Kopassus TNI-AD, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI-AL, dan Satuan Bravo 90 Paskhas TNI(ist)

MENDEKATI masa-masa Pemilihan Umum, peningkatan keamanan sangat diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan risiko keamanan yang terjadi.

Aksi teror bukan tidak mungkin sebagai salah satu risiko yang dapat terjadi menjelang Pemilu sehingga menjadi perhatian serius bagi TNI serta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai leading sector dalam penanggulangan terorsime di Indonesia.

Oleh sebab itu diperlukan kesiapsiagaan dari pasukan Antiteror TNI untuk mengantisipasi aksi terorisme tersebut. Untuk menguji kesiapan pasukan Antiteror TNI tersebut, gabungan unit satuan elite Antiteror TNI ini menggelar 'Latihan Penanggulangan Terorisme Satgultor TNI 2019'.

Latihan yang diikuti oleh jajaran unit elite TNI seperti Satuan 81 Kopassus TNI-AD, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI-AL, dan Satuan Bravo 90 Paskhas TNI-AU ini digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Selasa (9/4).

Kepala BNPT, Suhardi Alius, yang turut hadir meninjau peragaan latihan tersebut, mengatakan bahwa latihan ini digelar sebagai upaya untuk menguji kesiapan Satgultor TNI untuk melaksanakan operasi penanggulangan aksi terorisme dalam upaya merespons setiap kejadian yang khusus berkaitan dengan masalah teror.

"Ini menunjukkan kesiapsiagaan dari TNI. Dan BNPT sendiri merasa berkepentingan karena BNPT merupakan badan yang diberikan wewenang oleh negara untuk menyiapkan strategi dalam rangka penanggulangan terorisme secara umum, sebagaimana kita juga mengkoordinir 36 kementerian dan lembaga," ungkap Suhardi.

Lebih lanjut mantan Kabareskrim Polri ini mengatakan bahwa dengan adanya latihan itu maka dapat diketahui secara pasti sebagaimana keterpaduan dari semua fungsi. Yang mana ketika didapatkan para pelaku yang masih hidup untuk selanjutnya diserahkan kepada kepolisian untuk diproses hukum lebih lanjut.

"Latihan tadi luar biasa. Terlihat gerak cepat dan sebagainya yang telah dilaksanakan oleh pasukan-pasukan khusus TNI. Dan kita di BNPT sendiri juga mempunyai perwakilan-perwakilan dari pasukan-pasukan khusus tersebut baik dari Kopassus, Marinir, dan juga Paskhas. Sehingga kita melihat satu sinergitas yang sangat luar biasa," ujar Suhardi.

Kepala BNPT juga mengingatkan bahwa, penanggulangan terorisme merupakan tanggung jawab segenap komponen bangsa. Tanpa melupakan BNPT sebagai leading sector dan koordinator penanggulangan terorisme sesuai yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Terorime.

Untuk itu, ia mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mewaspadai situasi sekitar dalam penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Legislatif 2019. Karena keamanan menjadi salah satu elemen penting dalam rangka suksesnya penyelenggaraan Pemilu tahun ini.

"Saya, Panglima TNI, didampingi oleh Kepala Staf Angkatan, dan Komandan Pasukan Khusus TNI menyatakan bahwa TNI dan jajaran siap mengamankan Pemilihan Legistatif dan Pemilihan Presiden 2019," tegasnya.


Baca juga: Panglima TNI: Pengganggu Demokrasi akan Berhadapan dengan TNI


Sementara itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menegaskan bahwa TNI akan ikut berpartisipasi agar pelaksanaan Pemilu 2019 dapat berjalan lancar dan damai. TNI dan Polri juga akan bersikap netral.

"Kami menekankan bahwa politik TNI adalah politik negara. TNI sebagai aparat pertahanan Indonesia akan bersikap netral," tegas Panglima.

Lebih lanjut Hadi juga menyatakan bahwa siapa pun yang berupaya mengganggu jalannya demokrasi dan mengganggu Pancasila, maka akan berhadapan dengan TNI.

"Saya ingin memastikan bahwa jika ada pihak-pihak yang mengganggu stabilitas politik, jalannya demokrasi, mengganggu Pancasila, mengganggu UUD 1945, dan mengganggu Bhinneka Tunggal Ika, maka akan berhadapan dengan TNI. Saya ulangi, akan berhadapan dengan TNI," ucap alumnus AAU 1986 ini

Dikatakan Panglima, radikalisme dan terorisme merupakan ancaman nyata yang patut diwaspadai oleh TNI sebagai benteng terakhir NKRI.

"Ingat, TNI adalah bentengnya NKRI, NKRI harga mati! Itu pernyataan dari saya, mudah-mudahan seluruh bangsa Indonesia juga bisa mengerti apa yang disampaikan oleh seluruh prajurit TNI," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir pula Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Siwi Sukma Aji, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Irjen TNI Letjen TNI Muhammad Herindra, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI Suhartono, Komandan Korps Paskhas Marsma TNI Eris Widodo Yuliastono, Wakil Komandan Jenderal Kopassus Brigjen TNI Mohammad Hasan dan para pejabat TNI lainnya. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya