Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius memberikan pembekalan mengenai bahaya penyebaran paham radikal terorisme dan upaya pencegahannya kepada prajurit Korpaskhas TNI AU yang berada di wilayah Jakarta, Bandung, dan Bogor.
Pembekalan dilaksanakan di Aula Mako Batalyon Komando 467/Hardha Dedali, Wing I/Harda Marutha Paskhas, Kompleks Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Senin (8/4).
"Kami menjelaskan bagaimana mengidentifikasi orang yang terpapar radikalisme, bagaimana mengatasinya, lalu apa yang mesti diperbuat, bagaimana pimpinan mengambil keputusan dan sebagainya," kata Kepala BNPT dikutip dalam keterangannya, Senin.
Sebelumnya, ia juga telah memberikan pembekalan serupa kepada prajurit Kopassus TNI AD dan Marinir TNI AL atas undangan pimpinan masing-masing satuan tersebut.
"Supaya punya kesamaan visi dan misi dalam rangka menjaga kesatuan negara ini dan juga jangan sampai terpapar hal-hal yang sangat tidak baik yang mengancam keutuhan bangsa dan negara " ujar Suhardi.
Baca juga: Irwandi Divonis 7 Tahun Penjara
Menurut dia, informasi melalui dunia maya yang tidak terbendung dapat menjadi celah masuknya paham radikalisme dan terorisme sehingga siapa saja dapat terpapar, termasuk anggota TNI/Polri.
Sementara, Komandan Korpaskhas TNI AU, Marsda TNI Eris Widodo Yuliastono, berharap seluruh prajuritnya dan keluarga besar Paskhas bisa melindungi diri dari bahaya penyebaran paham radikalisme.
"Sangat perlu untuk setiap prajurit Paskhas dan keluarganya dapat mengantisipasi dari gerakan radikal dan teroris tersebut. Sehingga diharapkan prajurit-prajurit ini akan mampu melaksanakan tugasnya secara profesional," ujarnya.
Turut hadir dalam pembekalan tersebut Sestama BNPT Marsda TNI Asep Adang Supriyadi, Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, Plt Deputi III bidang Kerja Sama Internasional Brigjen TNI (Mar) Yuniar Lutfi, perwira Korpaskhas maupun dari korps lainnya di TNI AU yang selama ini ditugaskan di BNPT. (OL-1)
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gimĀ online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved