Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Pertumbuhan Ekonomi 5% Prestasi di Tengah Ketidakpastian Global

Media Indonesia
06/4/2019 12:30
Pertumbuhan Ekonomi 5% Prestasi di Tengah Ketidakpastian Global
Pembangunan gedung pencakar langit di Jakarta.(Antara Foto/Sigid Kurniawan)

TIM Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,17% masih cukup tinggi di antara negara-negara G 20. Indonesia hanya kalah dari Tiongkok dan India.

Influencer TKN Jokowi-Ma’ruf, Mukhamad Misbakhun membenarkan Jokowi pernah menjanjikan pertumbuhan ekonomi sebesar 7%, namun kondisi global tidak sesuai harapan.

“Masyarakat harus tahu dan realistis. Saat itu Pak Jokowi mewarisi pertumbuhan ekonomi yang terus mengalami penurunan sejak tahun 2010-2011 karena harga komoditas,” katanya di Jakarta, Sabtu (6/4).

Misbakhun menjelaskan, setahun setelah menjabat, Jokowi berusaha menahan agar angka pertumbuhan ekonomi yang mulai mendekati 4,9% itu tetap bertahan pada kisaran 4,9% atau bahkan mendekati 5%.

“Alhamdulilah Pak Jokowi bisa mengangkat sampai 5,1% atau mendekati 5,2%,” tegasnya.

Misbakhun, meminta agar masyarakat juga paham ada kondisi kondisi global dan regional yang tidak pernah dialami sebelumnya yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap pada kondisi sekitar 5%.

Misbakhun membantah pihak-pihak yang menyebut pertumbuhan ekonomi stagnan. Sebab, angka pertumbuhan 5,02%, 5,05% sampai 5,17% bukan angka yang rendah.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi 2019 akan Terhambat akibat Perlambatan Global

Menurut Misbakhun angka itu merupakan sebuah prestasi di saat kondisi global tidak menentu akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan TIongkok. Selain itu, ada kondisi pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang cenderung mengalami penurunan.

“Ekonomi Tiongkok menurun dari pertama double digit hingga sekarang di kisaran 6% hampir 7%. India yang dulu sekitar hampir 10% mendekati double digit sekarang hanya 7,2%. Kemudian ada situasi global di mana semua prediksi proyeksi pertumbuhan selalu dipangkas IMF dan World Bank, karena ada kondisi ketidakpastian global yang harus diantisipasi terhadap pertumbuhan ekonomi,” paparnya.

Karena itu, Misbakhun memastikan pertumbuhan ekonomi 5,17% yang dicapai Jokowi adalah pertumbuhan ekonomi yang masih cukup tinggi.

“Indonesia hanya kalah dari India dan Tiongkok. Pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih bagus dibanding negara emerging market lainnya seperti Rusia, Turki, Afrika Selatan, Brazil. Pertumbuhan ekonomi 5,17% adalah yang terbaik,” tegasnya.

Indonesia, lanjut Misbakhun, berusaha memperkuat ekonomi domestik supaya pertumbuhan ekonomi tetap stabil di atas 5%. Perekonomian diperkuat dengan pembangunan infrastruktur seperti interkoneksi di Jawa, Sumatera, dengan pembangunan jalan tol, pelabuhan, bandara, pembangunan di wilayah perbatasan dan menurunkan biaya logistik.

“Ini adalah upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” tegasnya.

“Pembangunan infrastruktur yang masif tersebut saya yakin dalam waktu dekat akan mulai dituai oleh pemerintah karena bagaimana nanti pertumbuhan kawasan dan bagaimana pemerintah mengisi konten kawasan itu akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi di masa mendatang,” tutupnya. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya