Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Paslon Blunder, Pemilih Bisa Pindah ke Lain Hati

Insi Nantika Jelita
04/4/2019 19:43
Paslon Blunder, Pemilih Bisa Pindah ke Lain Hati
Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti(MI/Ramdani)

DIREKTUR Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menilai ada beberapa hal yang bisa membuat pemilih beralih ke paslon lain, jika kandidat capres-cawapres itu melakukan blunder atau kesalahan.

Menurutnya saat ini banyak pemilih yang loyal sudah memantapkan pilihannya kepada salah satu paslon.

"Jika yang bersangkutan (paslon) terbukti melakukan tindak pidana korupsi, jadi bukan pendukungnya. Misalnya seperti kasus Rommy itu. Lihat saja enggak punya implikassi ke 01, ke partainya iya, tetapi ke 01 nya nggak punya," ujarnya di Kantor Formappi, Matraman, Jakarta, Kamis (4/4).

Lalu kesalahan berikutnya yang terjadi apabila paslon diketahui melakukan tindakan yang dianggap melukai norma sosial. Ray memberi contoh misalnya, ada paslon yabg terbukti melakukan perselingkuhan.

"Itu mungkin bisa anjlok suaranya. Lalu yang lain adalah jika paslon terbukti melakukan politik uang. Yang paling penting harus dijaga jangan sampai blunder, baik dari partai pendukung dan lain. Kalau blunder itu bisa menggerus masa," kata Ray.

Baca juga : Politik Uang Masih Dianggap Wajar

Faktor inilah yang menurutnya bisa mengakibatkan blunder yang mengakibatkan beralihnya pemilih.

Lebih lanjut, Ray menyoroti statement politikus senior Amien Rais soal people power, tidak menggerus suara 01 atau membuat blunder 02. Isu-isu negatif yang beredar, kata Ray, tidak terlalu berdampak besar pada penggerusan suara pemilih yang sudah loyal.

"Isu yang dihembuskan Amien Rais nggak punya implikasi ke pemilihnya. Apapun yang dilakukan oleh 02 kecuali mungkin hal yang bersifat prinsipil dalam konteks berbangsa, maupun yang 01, nggak akan menggeser pemilih lagi. Misalnya isu soal Prabowo nggak bisa ngaji saja enggak memindahkan pemilih kok. itu jauh lebih kuat isu negatifnya," tandas Ray. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya