Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Cap Jempol di Amplop Bowo, TKN: Seperti KPK, tidak Mau Spekulasi

Micom
03/4/2019 12:16
Cap Jempol di Amplop Bowo, TKN: Seperti KPK, tidak Mau Spekulasi
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (kanan) didampingi Anggota MPR Fraksi Golkar Ace Hasan Sadzily (kiri) menjadi pembicara dalam diskusi(ANTARA FOTO/Reno Esnir)

TIM Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Maruf Amin memiliki sikap sama dengan KPK, tidak ingin berspekulasi soal temuan cap jempol pada amplop yang ditemukan saat pengembangan kasus OTT Bowo Sidik Pangarso.

Juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily mengatakan TKN menunggu perkembangan dari KPK terkait hasil OTT Bowo.

"Ini untuk menghidari spekulasi, karena meskipun partai Bowo merupakan koalisi, namun kepentingannya belum tentu untuk pilpres. Cap jempol tidak bisa langsung diafiliasikan dengan kandidat pilpres tertentu," ujar Ace di Jakarta, Rabu (3/4).

Baca juga: TKN Bantah Dana OTT Bowo Untuk Serangan Fajar Pilpres

Sebelumnya, jubir KPK Febri Diansyah menyatakan pihaknya tak ingin berspekulasi dengan temuan cap tersebut. Ia juga meminta kepada publik agar memisahkan proses hukum terhadap Bowo dengan kepentingan politik Pemilu 2019.

Lebih lanjut, Ace menegaskan publik memang perlu memisahkan proses hukum terhadap Bowo dan kepentingan politik seperti yang dikemukakan KPK.

"Meskipun partai Bowo merupakan koalisi, namun kepentingannya belum tentu untuk pilpres," tandasnya.(RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya