Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
MALAYSIA menjadi negara terbanyak yang memiliki tempat pemungutan suara (TPS) Pemilu 2109 di luar negeri. Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengungkapkan, ada 1,1 juta WNI pemilik hak pilih dalam Pemilu 2019 di negeri jiran itu.
Selain memilih presiden dan wakil presiden periode 2019-2024, WNI di luar negeri juga akan disodrokan daftar calon anggota legislatif DPR Ri dari daerah pemilihan DKI Jakarta II.
"Pasti di Malaysia (TPS terbanyak), hampir setengah (pemilih di luar negeri) berada disitu. Kemudian Taiwan, ketiga di Arab Saudi," ujarnya di Gedung KPU, Selasa (2/4).
Diketahui data pemilih di luar negeri sebanyak 2.058.191 jiwa yang tersebar di 98 negara. Komisi Pemilihan Umum bersama Kemenlu juga membentuk 130 Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN).
Lebih lanjut, Lalu menerangkan untuk sosialisasi Pemilu Serentak 2019, hambatan terjadi karena faktor besarnya jarak persebaran WNI yang berada di satu negara. Miisalnya saja di Rusia yang memiliki 11 zona perbedaan waktu.
Baca juga : Dituding Dukung Salah Satu Capres, Kemlu tak Akan Laporkan Rizieq
"Saya kira hambatan yang paling besar jarak ya karena sebaran WNI kita dan yang kedua bahwa kita tidak punya akses sebagaimana ketua RT/RW di dalam negeri karena jaraknya jauh," ucapnya.
"Tapi kita nggak menjamin itu akan sampai (sosialisasi) ke semua WNI kita di luar negeri. Banyak juga WNI kita yang tidak teridentifikasi disana statusnya undocumented gitu jadi kita tidak bisa memastikan.Namun yang penting kita sudah sampaikan dengan baik," sambung Lalu.
Lalu menjelaskan, yang menjadi penyelenggara pemilu di luar negeri ialah PPLN bukan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Mengenai segala macam yang terjadi menyangkut teknis kepemiluan, PPLN berkoordinasi dengan KPU.
"Tugas KJRI (Konsulat Jenderal RI) dan KBRI memberi perlindungan semaksimal mungkin agar PPLN menjalankan tugasnya dengan lancar dan secara profesional dan berintegritas. Kemudian TPS didirikan tidak hanya di KBRI, tergantung kondisi beberapa perwakilan kita cukup atau tidak tempat difasilitasi dengan izin pemerintah setempat," pungkas Lalu. (OL-8)
PEMERINTAH Indonesia tengah menyiapkan evakuasi gelombang kedua warga negara Indonesia atau WNI dari Iran di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.
Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan kepulangan 22 WNI dari Iran merupakan bukti kehadiran negara dalam melindungi warganya di tengah situasi darurat internasional.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengevakuasi 32 Warga Negara Indonesia dari Iran
Menlu Sugiono ungkap sulitnya evakuasi WNI dari Iran akibat penutupan ruang udara. Cek jadwal kedatangan 10 WNI berikutnya pada 11 Maret 2026 di sini.
Kemlu imbau WNI tunda perjalanan ke Timur Tengah akibat eskalasi keamanan. Simak update repatriasi 22 WNI dari Iran per 10 Maret 2026 di sini.
Kementerian Luar Negeri mengevakuasi gelombang pertama WNI dari Iran akibat situasi Timur Tengah yang tidak menentu. 22 WNI dijadwalkan tiba hari ini di Bandara Soekarno-Hatta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved