Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Tanggapi Amien Rais, Jokowi : Jangan Menakuti Rakyat

Akmal Fauzi
01/4/2019 23:27
Tanggapi Amien Rais, Jokowi : Jangan Menakuti Rakyat
Kampanye capres nomor urut 01 Joko Widodo di Sorong, Papua Barat, Snein (1/4)(MI/Akmal Fauzi)

CALON presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) menanggapi pernyataan politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang menyebut akan menggunakan kekuatan massa jika ada kecurangan pemilu. Jokowi menegaskan jangan ada pernyataan yang menakut-nakuti rakyat.

“Jangan ginilah. Jangan menekan dengan cara menakut nakuti rakyat, pemerintah. Semuanya ada mekanismenya,” kata Jokowi ditemui usai kampanye di Sorong, Papua Barat, Senin (1/4).

Jokowi menegaskan, jika ditemukan adanya dugaan pelanggaran dalam Pilpres 2019 ada mekanisme yang mengatur. Hal itu bisa dilaporkan ke Bawaslu hingga kepolisian jika ditemukan unsur pidana.

“Ada UU nya ada aturan hukumnya. Kalau dianggap atau mendengar ada kecurangan silakan laporkan ke Bawaslu. Kan ada mekanisme nya. Pemilu nya aja belum kok sudah teriaknya seperti itu,” tegasnya.

Baca juga : Ahli Hukum: Amien Rais Harus Segera Klarifikasi Pernyataannya

Jokowi mengatakan pemilu merupakan pesta demokrasi yang harus diisi dengan semangat kegembiraan, bukan ancaman yang membuat rakyat takut.

"Ini pesta demokrasi. Harusnya senang, gembira. Jangan menakut-nakuti orang yang sedang gembira," ujar Jokowi.

Sebelumnya, Amien Rais, mengancam akan mengerahkan people power ketimbang ke Mahkamah Konstitusi (MK), jika ada kecurangan pada Pemilu 2019.

Menurut Amien Rais, mekanisme penyelesaian di MK sia-sia. "Kalau nanti terjadi kecurangan, kita enggak akan ke MK. Enggak ada gunanya, tapi kita people power. People power sah!" ucap Amien.  (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya