Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arsul Sani, mengatakan tidak bisa memutuskan setuju atau tidak setuju akan fatwa haram golput yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun, pihaknya memaklumi keputusan MUI mengeluarkan fatwa tersebut.
"Saya terus terang ini bukan setuju atau tidak setuju, saya bisa menerima pandangan seperti ini,” ujar Arsul DPR, Jakarta, Selasa (26/3).
Baca juga: TKN: Deklarasi Dukungan jadi Titik Awal Perjuangan
Arsul menjelaskan, dalam hukum tata negara berbasis islam, membangun pemerintahan memiliki hukum yang wajib bagi masyarakat. Menyalurkan pilihan merupakan bentuk partisipasi membangun sebuah negara.
“Dalam konteks pemilu, menurut saya haramnya itu kalau ini dijadikan seruan gerakan dan akan meluas mengakibatkan siapapun yang terpilih memimpin pemerintahan menjadi, dalam tanda kutip kurang legitimate akhirnya," ujar Arsul.
Arsul yakin bahwa golput yang dimaksud oleh MUI adalah bagi orang-orang yang dengan sengaja tidak mau memilih. Padahal, mereka tidak berhalangan untuk memilih.
"Bagi yang mendapat hambatan maka bisa dimaklumi jika golput. Kalau misalnya sakit, kemudian watu pemilu ada hujan badai kalau dia melaksanakan itu membahayakan jiwanya. Itu baru (dimaklumi),” pungkasnya. (OL-6)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved