Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

BPN Prabowo-Sandi tidak Peduli Survei

Faj/P-4
26/3/2019 08:55
BPN Prabowo-Sandi tidak Peduli Survei
KAMPANYE PRABOWO DI MERAUKE: Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) tiba untuk melaksanakan kampanye terbuka di Merauke, Papua, kemarin. Pada hari kedua kampanye terbuka Prabowo Subianto menyapa pendukungnya di kawasan Indonesia timur yaitu(ANTARA/TIM BPN)

BADAN Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres dan cawapres Prabowo Su-bianto-Sandiaga Uno tidak memusingkan hasil survei yang mengunggulkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Juru bicara BPN Andre Rosiade menilai hasil survei tersebut hanya hiburan untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 01.

"Anggap aja itu hiburan buat Pak Jokowi," katanya ketika dihubungi, kemarin.

Sebagaimana diketahui, lembaga survei Charta Politika merilis hasil survei yang menyebutkan elektabilitas Jokowi-Amin unggul sebesar 53,6% dan Prabowo-Sandi sebesar 35,4%. Tren elektabilitas Jokowi-Amin dari Januari hingga Maret 2019 meningkat 0,4%. Adapun Prabowo-Sandi hanya meningkat 1,3%.

Di sisi lain, survei Vox Populi Research Center menyebutkan elektabilitas pasangan Jokowi-Amin masih unggul atas Prabowo-Sandiaga. Temuan Vox Populi menunjukkan bahwa 71,3% publik merasa puas dengan kinerja Jokowi selama 4,5 tahun lebih memimpin.

Andre Rosiade menuturkan saat ini pihaknya lebih memilih fokus menggenjot elektabilitas melalui kampanye rapat umum daripada memikirkan hasil survei.

"Ya udah lah, Charta mau bilang apa, yang pasti kami sudah unggul di survei internal. Daripada mikirin Charta lebih baik kami fokus bekerja dan kampanye akbar, dan door to door. Itu yang dikerjakan tim BPN dan relawan," ujarnya.

Ia menuturkan pihaknya telah memiliki survei tersendiri sebagai gambaran untuk memetakan wilayah yang akan digenjot untuk mengatasi ketertinggalan. Ia menuturkan, di Pulau Jawa, misalnya, Prabowo-Sandi masih tertinggal di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Andre mengakui pihaknya berusaha menggaet pemilih mengambang dan mengambil alih suara pendukung 01. Guna meraih dukungan itu, salah satunya dengan kampanye berbarengan Prabowo dan Sandi di empat titik di Semarang, Bandung, Surabaya, dan Jakarta.

"Kita mengakui di Jateng dan Jatim masih tertinggal, ya. Tapi tentu kita butuh kekuat-an untuk mengejar ketertinggalan itu. Ya, sama aja kayak Pak Jokowi yang kampanye berulang-ulang di Banten dan Jawa Barat karena mereka juga tertinggal," tukasnya.

Sebelumnya Ketua BPN Djoko Santoso mengakui ada 12 provinsi yang belum dikuasai Prabowo-Sandi, antara lain dua wilayah di Papua, Ambon, Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Lampung, Jateng, dan Jatim. (Faj/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya