Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Tingkat Soliditas Pemilih Pilpres Tinggi

*/P-1
26/3/2019 08:40
Tingkat Soliditas Pemilih Pilpres Tinggi
Peneliti Litbang Kompas Toto Suryaningtyas(Medcom.id/Arga Sumantri)

PENELITI Litbang Kompas Toto Suryaningtyas memprediksi perolehan suara Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebesar 56% saat hari pencoblosan. Artinya, Jokowi akan kembali memimpin Indonesia hingga lima tahun ke depan.

Prediksi itu didasari hasil ekstrapolasi atau perluasan data dari hasil sigi teranyar Litbang Kompas. "Kalau dari angka ekstrapolasi kami 56%. Jadi, batas atas (suara Jokowi) menurut prediksi kami sebesar 56%," kata Toto seusai diskusi di Jakarta Pusat, kemarin.

Sebelumnya, Litbang Kompas merilis hasil jajak pendapat keterpilihan kandidat Pilpres 2019. Survei dilakukan pada 22 Februari 2019 hingga 5 Maret 2019. Hasilnya, elektabilitas Jokowi-Amin berada di angka 49,2%, sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 37,4%. Sebanyak 13,4% responden menyatakan rahasia.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti meyakini saat ini tingkat soliditas pemilih sudah tinggi di setiap kubu. Merujuk survei Litbang Kompas misalnya, soliditas pemilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berada di angka 87%-88%. "Peluang pasangan calon menambah suara saat ini (kampanye terbuka) hanyalah dengan meraup undecided voters," ujarnya.

Ray mengatakan, untuk menarik pemilih mengambang atau undecided voters bisa dilakukan dengan menawarkan narasi kebaruan. Bisa pula dengan gencar menyuarakan arah perubahan kebijakan. "Di kubu petahana, misalnya, timbulkanlah rasa nyaman seperti kebebasan berpendapat tidak dikekang dan sebagainya," ujarnya.

Ray memprediksi suara pemilih mengambang juga tak akan bergeser signifikan.

Pasangan Jokowi-Amin, kata Ray, sebenarnya masih dalam posisi unggul dari oposisinya. Justru hasil survei itu bisa menjadi peringatan bagi pengusung pasangan 01 bahwa kontestasi belum berakhir dan harus meningkatkan dukungannya. "Tapi survei ini juga tidak seolah-olah 02 bisa mengalahkan 01, hanya dengan mengandalkan survei internal. Survei Kompas yang terbuka saja dikomplain dan dipertanyakan, apalagi survei internal." kata Ray. (*/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya