Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KLAIM calon Wakil Presiden 02 Sandiaga Uno tentang program OK Oce Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah menyumbang ratusan miliar untuk perekonomian, dipertanyakan validitasnya oleh Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
TKN malah menilai itu merupakan proyek gagal.
"Menurut kami klaim Sandiaga yang mengatakan bahwa OK Oce telah menyumbang perekonomian Jakarta patut dipertanyakan. Sejauh ini kami yang berada di Jakarta belum melihat adanya keberhasilan dari program tersebut. Bahkan, jarang sekali kami temui program ini di kecamatan-kecamatan yang ada di Jakarta. Maka, wajar bila kami mempertanyakan mengenai hal ini," ujar Wakil Ketua TKN, Johnny G Plate, Kamis (21/3).
Apalagi, kata politikus Partai NasDem tersebut, dalam pernyataannya Sandi tak memberikan data konkret yang mendukung klaim keuntungan OK Oce sebesar Rp359 miliar tersebut.
Baca juga: Tiga Parpol Kehilangan Kursi DPRD di Lima Daerah
Seperti diwartakan sebelumnya, saat menyapa warga di Kampung Melayu, Jakarta, Sandiaga memamerkan prestasi OK Oce yang sudah terbentuk di DKI. Sandi mengatakan warga DKI yang tergabung di OK Oce sudah 90 ribu orang.
Menurutnya, OK Oce sudah membuka 29.346 lapangan kerja.
Tak hanya itu, Sandi juga menyebut OK Oce berperan aktif bagi peningkatan ekonomi di DKI. Dia menyebut program itu sudah menyumbang Rp359 miliar di DKI.
Terlepas dari permasalahan apakah memberikan sumbangsih kepada perekonomian Jakarta atau tidak, menurut Plate, TKN justru melihat adanya ketidakberhasilan dari program ini.
Pertama, menurut Plate, dilihat dari pencapaian target yang tidak sesuai. Mulanya, program tersebut menargetkan untuk menyertai 200.000 partisipan di 44 kecamatan di Jakarta. Namun Saat Ini, partisipan yang terdaftar pada program OKE OCE baru mencapai 60 ribu orang bukan 90 ribu orang seperti yang dikatakan Sandiaga.
"Jadi wajar kalau kami mempertanyakan validitasnya," ujar Plate. (RO/OL-1)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved