Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)- Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan hasil survei yang baru dirilis Saiful Mujani Reseach and Consulting (SMRC) belum sesuai target dari internal tim. TKN masih terus bekerja untuk mencapai elektabilitas di atas 60%.
“Kami punya target di atas 60%. Kami berupaya meningkatkan lagi 6% sampi 7% dalam waktu 30 hari tersisa ini. Itu adalah angka yang mungkin kami ambil," kata Karding di kantor SMRC, di kawasan Cikini, Jakarta, Minggu (17/3).
Dari hasil survei SMRC, elektabilitas Jokowi-Amin unggul 57,6% dari pesaingnya Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Survei yang dilakukan pada 24 Februari-5 Maret 2019 itu mencatat bahwa elektabilitas Prabowo - Sandi sebesar 31,8%. Sedangkan 10,6% menyatakan tidak tahu atau rahasia.
Baca juga: Curi Start Umumkan Hitung Cepat, Lembaga Survei Diberi Sanksi
Pun demikian, Karding menyambut baik hasil survei SMRC itu. Sebab, hasil tersebut mengkonfirmasi kinerja Jokowi selama empat tahun memimpin. "Sekaligus mengkonfirmasi apa yang sudah dilakukan selama ini sudah tepat dan benar. Hasil ini, saya kira mengkonfirmasi apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi," ujarnya.
Dalam survei, Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan mengatakan, perolehan suara Jokowi - Amin mengalami peningkatan dibandingkan dengan hasil survei Januari lalu, yaitu 54,9%. Sedangkan pasangan nomor 02, Prabowo - Sandi, mengalami penurunan elektabilitas yang pada Januari lalu mencapai 32,1%.
“Perolehan suara antara Jokowi-Amin dan Prabowo-Sandiaga semakin melebar hingga melampaui 25%,” kata Djayadi. (OL-7)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved