Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN warga Syi'ah asal Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dipastikan tidak bisa memilih calon anggota legislatif pada pemilu yang akan datang.
Pengikut Tajul Muluk yang saat ini masih berada di lokasi pengungsian Jemundo, Sidoarjo hanya bisa menyalurkan suara untuk anggota DPD RI dan Presiden-Wakil Presiden.
Pasalnya, para korban konflik sosial tersebut tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Sampang, melainkan tercatat di Sidoarjo sebagai penduduk Kabupaten Sampang.
"Hak pilih mereka untuk tiga surat suara yakni DPRD kabupaten, DPRD provinsi, dan DPR RI tidak ada karena beda daaerah pemilihan. Sehingga kami tidak lagi mengedrop surat suara ke lokasi tinggal mereka di Sidoarjo karena sudah jadi kewenangan KPU setempat," kata koordinator Divisi Data dan Informasi KPU Sampang Addy Imansyah di Sampang, Senin (4/2).
Baca juga: Dua TPS Disediakan Untuk Pengungsi Syiah
Addy menjelaskan, pada pemilu sebelumnya, KPU Sampang masih diberi kewenangan menfasilitasi hak pilih pengungsi Syiah itu dengan menyediakan tempat pemungutan suara (TPS) khusus. Namun, pada pemilu kali ini, mereka berstatus sebagai pemilih tambahan di Sidoarjo dan tidak disediakan surat suara sebagaimana pemilih di tempat tinggal asal mereka di Sampang.
Baca juga: Warga Syiah Bisa Memilih di Sampang
Berdasar data di KPU, jumlah pengikut Syiah Sampang yang memiliki hak pilih sebanyak 224 orang. Mereka berasal dari Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben sebanyak 102 orang dan 122 orang berasal dari Desa Karang Penang Onjur, Kecamatan Karang Penang. (A-1)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved