Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA survei Australia, Roy Morgan Research, merilis hasil survei terbaru yang dilakukan pada Januari 2019. Hasilnya, calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendapat dukungan 58% dari pemilih Indonesia, atau naik 5% dari Pemilihan Umum Presiden 2014. Sedangkan, lawannya nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya 42%, atau turun 5%.
Menanggapi hasil survei itu, juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Ace Hasan Syadzily, mengatakan, hasil survei Roy Morgan menunjukan tren pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 itu semakin meningkat.
"Hasil ini memiliki kesamaan dengan lembaga-lembaga survei lainnya walaupun secara angka, survei Roy Morgan lebih tinggi," kata Ace saat dihubungi, Jumat (1/3).
Ace mengatakan, hasil survei itu tak lantas membuat TKN terlena. Pihaknya tetap terus bekerna mengejar target. Ace bahkan menyebut suara 70% harus bisa diraih di pilpres 2019.
Menurutnya, ada beberapa alasannya kenaikan suara Jokowi-Amin di lembaga survei. Salah satunya dampak dari debat pertama dan kedua yang telah digelar beberapa waktu lalu.
"Debat pertama dan kedua kami unggul dalam menyampaikan visi dan misi. Kami jauh lebih meyakinkan pemilih yang belum menentukan pilihannya,” jelas Ace
Baca juga: Keluarga Uno Dukung Jokowi, Ini Komentar Timses Prabowo-Sandi
Alasan kedua, lanjut Ace, gagasan pasangan Jokowi-Amin lebih konkret. Salah satunya program yang akan digagas yakni Kartu Sembako, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, dan Kartu Pra-kerja.
"Kemudian para pendukung kami baik kader partai dan para relawan terus bekerja di level grassroots," jelasnya.
Faktor lainnya yang menjadi naiknya elektabilitas Jokowi-Amin, yakni kubu Prabowo-Sandiaga dinilai selalu melakukan langkah-langkah yang salah dan inkonsisten.
"Contohnya, Prabowo dan para pendukungnya menyerang pemerintahan Jokowi soal kepemilikan lahan yang dikuasai segilintar orang, tapi justru Prabowo lah segelintir pihak itu," jelas Ace.
Dalam survei tersebut, Roy Morgan Poll melakukan survei pada 1.039 pemilih Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas.
Jokowi juga unggul di pemilih perempuan, yakni mencapai 61%, sedangkan Prabowo 39%. Dukungan untuk Jokowi juga unggul di pemilih berusia 25 tahun sampai 49 tahun.
Roy Morgan mengungkapkan bahwa dukungan kuat Jokowi berasal dari rakyat di pedesaan, sementara pendukung Prabowo banyak dari wilayah urban alias perkotaan. (OL-1)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved