Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

TKN: Survei Cyrus Bukti Rakyat Makin Tinggalkan Prabowo-Sandi

Akmal Fauzi
01/3/2019 10:55
TKN: Survei Cyrus Bukti Rakyat Makin Tinggalkan Prabowo-Sandi
(Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Hasto Kristianto -- MI/ARYA MANGGALA)

SEKRETARIS Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Hasto Kristianto menilai, hasil survei lembaga Cyrus Network menunjukkan elektabilitas Jokowi-Amin 55,2% selisih jauh dibanding Prabowo - Sandiaga yang hanya 36%.

Menurut Hasto, selisih itu dikarenakan pemilih sudah bisa menilai mana pasangan yang berkualitas dan mewakili rakyat.

"Kami lihat setelah debat, rakyat memberikan apresiasi karena mampu membedakan mana yang retorika, mana yang mengakar di dalam kebijakan konkret," kata Hasto melalui keterangan tertulis, Jumat (1/3).

Hasto menilai kebijakan keberpihakan Jokowi, seperti sertifikasi tanah dan serangkaian program kesejahteraan petahana mampu menggugah pilihan rakyat. Terlebih, kata Hasto, Jokowi melakukan politik pertanahan dengan membongkar ratusan hektare tanah milik Prabowo Subianto.

"Kebijakan politik pertanahan ternyata betul-betul menjadi kartu yang sangat ampuh yang menghubungkan seluruh pendukung dari Pak Prabowo dan Pak Sandi ke Pak Jokowi. Ini menghadirkan tanah untuk rakyat sertifikasi tanah untuk rakyat tidak bisa diabaikan begitu saja karena inilah program yang selama ini dirindukan oleh masyarakat itu sendiri," kata Hasto.

Baca juga: TKNI Sosialisasikan Tiga Kartu baru Unggulan Jokowi di New York

Hasil survei Cyrus Network menunjukkan, elektabilitas capres dan cawapres Jokowi - Ma'ruf Ammin sebesar 55,2%, sedangkan Prabowo - Sandiaga 36,0%. Survei dilakukan pada 18 hingga 23 Januari 2019.

Sejumlah alasan diungkapkan responden ketika memilih Jokowi-Amin. Responden menganggap, Jokowi memiliki kinerja mumpuni selama memimpin Indonesia. Karena itu, para responden menginginkan pekerjaan Jokowi tetap dilanjutkan. (OL-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya