Senin 25 Februari 2019, 23:20 WIB

Pengamat: Masyarakat Khawatir Kembalinya Dwifungsi TNI

Arnoldus Dhae | Politik dan Hukum
Pengamat: Masyarakat Khawatir Kembalinya Dwifungsi TNI

Istimewa

 

MASYARAKAT mengkhawatirkan penempatan perwira di jabatan sipil akan kembali memunculkan praktik dwifungsi ABRI seperti zaman Orde Baru

"Wajar saja jika masyarakat khawatir. Secara normatif dwifungsi memang sudah dihapus seiring reformasi dan berlakunya Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI. Namun pada kenyataannya, praktik pelibatan TNI dalam urusan-urusan sipil tak sepenuhnya dapat ditiadakan," kata Direktur Institute For Security and Strategic Studies (Isess) Khairul Fahmi di Denpasar, Bali, Senin (25/2).

Baca juga: Pembentukan Kogabwilhan Akan Serap Ratusan Perwira TNI Nganggur

Hal itu, jelas dia, ditandai dengan cukup banyaknya program maupun kegiatan sektoral yang melibatkan TNI. Di antaranya adalah pelibatan yang dilakukan melalui nota kesepahaman antara sejumlah kementerian dan lembaga (K/L) pemerintah dengan Mabes TNI.

"Sebut saja dalam program swasembada pangan seperti pemantauan distribusi bibit dan pupuk, serapan gabah petani, pencetakan sawah baru," kata dia.

Hal itu, sambungnya, memengaruhi persepsi publik yang belum sembuh dari trauma praktik buruk dwifungsi sebagai wujud militerisme di masa Orde Baru.

Baca juga: Menhan Jamin tidak Ada Dwifungsi TNI

Idealnya, sambung Fahmi, pemerintah tidak meneruskan rencana itu. "Menarik-narik TNI dalam urusan sipil jelas bukan gagasan baik. Menempatkan perwira TNI di posisi strategis K/L sama saja dengan membuka jalan bagi kembalinya militer ke kancah politik dan itu jelas melawan amanat reformasi," tegas Fahmi. (A-1)

Baca Juga

FOTO/Dok.Kemendagri

Waspadai Omikron, Kepala Daerah Dilarang Bepergian ke Luar Negeri

👤Indriyani Astuti 🕔Rabu 19 Januari 2022, 11:44 WIB
Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro meminta kepala daerah menaati larangan...
Antara

Gaga Muhammad Divonis Hukuman Penjara 4,5 Tahun

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 19 Januari 2022, 10:38 WIB
Terdakwa Gaga Muhammad divonis hukuman penjara selama 4,5 tahun dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu...
Medcom

Polri Sebut Kejahatan Siber Banyak Dilakukan Napi

👤Siti Yona Hukmana 🕔Rabu 19 Januari 2022, 10:00 WIB
Ramadhan mengatakan para tersangka leluasa menggunakan ponsel ataupun alat komunikasi di dalam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya