Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
REKTOR Universitas Yarsi, Prof dr Fasli Jalal dianugerahi gelar profesor kehormatan dari Fujian Normal University, Tiongkok atas kontribusinya dalam bidang pendidikan dan pertukaran budaya antar Indonesia dan Tiongkok. Mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu merupakan pionir yang mendorong diselenggarakannya pendidikan bahasa Mandarin di Indonesia setelah berakhirnya masa Orde Baru.
"Gelar Profesor Kehormatan merupakan gelar yang sangat amat cocok untuk Prof Fasli. Karena kontribusi luar biasanya bagi pendidikan dan pertukaran budaya antara Indonesia dan Tiongkok memiliki yang tidak ternilai," ujar Ketua Perkumpulan Alumni Fujian Normal University Yongki Saimun dalam keterangannya, Jumat (24/2).
Presiden Fujian Normal University Prof. Wang Changping menyampaikan apresiasi atas penganugerahan tersebut. Menurutnya kontribusi Prof. Fasli sangat besar bagi perkembangan bahasa Mandarin di Indonesia.
Izinkan kami segenap sivitas akademika Fujian Normal University mengucapkan selamat atas penganugerahan ini dan terima kasih atas kerja sama yang ada
"Prof. Fasli sejak 2010 saat menjabat sebagai Wakil Menteri bahkan sebelumnya terus memberi kontribusi luar biasa bahkan tidak ternilai harganya. Merupakan hal yang luar biasa untuk kontribusi kedua negara, terutama dalam pendirian 6 pusat bahasa Mandarin di Indonesia," ucapnya.
Dia berharap ke depan kerja sama kedua negara di sektor pendidikan dan lainnya bisa terus diperkuat. Indonesia dan Tiongkok merupakan negara besar yang saling membutuhkan satu sama lain.
Sementara itu, Prof. Fasli menerangkan bahwa pada masa Orde Baru hubungan Indonesia dan Tiongkok memang renggang. Kepentingan politik pada masa itu menyebabkan bahasa dan budaya Tionghoa di Indonesia tidak bisa berkembang. Padahal dari perjalanan sejarah, nenek moyang orang Indonesia mempunyai mempunyai hubungan yang dekat dengan Tiongkok. Bahkan banyak keturunan Tionghoa yang sudah menjadi warga negara Indonesia.
"Jadi waktu itu kan sebelum Pak Harto berakhir sebetulnya hubungan dagang sudah dimulai, walaupun hubungan diplomatik belum. Jadi hubungan dagang ini membuka banyak kerja sama," terangnya.
Meningkatkannya hubungan kerja sama kedua negara mendorong perlunya pembelajaran bahasa Mandarin. Mengingat banyak orang Tiongkok juga tidak cakap menggunakan bahasa Inggris.
Prof Fasli yang saat itu menjabat Dirjen Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda pun mengusulkan kepada pemerintah untuk membuka kursus bahasa Mandarin setelah 32 tahun vakum. Presiden Gus Dur pada saat itu ternyata juga sangat mendukung sehingga upaya untuk mengembalikan memori masa lalu bisa dimulai lagi.
"Batch pertama (kursus) itu hanya 400 orang, kemudian berkembang sampai dalam 10 tahun itu kita bisa menaikkan dari 400 menjadi 18 ribu per tahun," ucapnya.
Saat ini, pelajaran bahasa Mandarin tidak hanya hadir di Universitas tetapi hingga ke sekolah menengah. Tiongkok pun menjadi mitra strategis Indonesia dalam berbagai bidang, secara khusus untuk sektor pendidikan dengan banyaknya beasiswa untuk mahasiswa Indonesia.
Dengan gelar Profesor Kehormatan, Prof. Fasli mengatakan bahwa hal itu selaras dengan jabatan akademiknya. Sehingga ke depan dirinya juga menjadi bagian dari Fujian Normal University untuk memberi perkuliahan atau pembicara dalam seminar internasional di Tiongkok.(H-2)
DULU profesor itu, ya, profesor. Sama artinya dengan guru besar.
SEAN “Diddy” Combs telah kehilangan gelar kehormatan dari Universitas Howard imbas dari kasus kekerasan terhadap mantan pacarnya, Cassie.
gelar itu diberikan sebagai bagian dari kampanye yang secara intensif dilakukan untuk pembukaan berbagai program pertukaran mahasiswa dan staf akademik
MAJELIS Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MDGB PTNBH) meminta fenomena penganugerahan guru besar atau profesor kehormatan dihentikan
Pelaksana tugas Direktur Jenderal (Plt. Dirjen) Dikti Ristek, Nizam mengungkapkan penganugerahan guru besar (sementara) kepada praktisi merupakan praktek umum di dunia.
MAJELIS Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MDGB PTNBH) meminta fenomena penganugerahan guru besar atau profesor kehormatan dihentikan.
Selama 59 tahun, Universitas Pancasila menjadi rumah bagi lahirnya generasi penerus bangsa.
Menurutnya, ketiga faktor tersebut belum menunjukkan relevansi Bahasa Portugis yang signifikan bagi Indonesia.
Pembelajaran bahasa asing akan membuat anak didik Indonesia lebih terasah kecerdasan dan daya kreatifnya.
Kemendikdasmen diminta untuk melakukan kajian terkait dengan permintaan Presiden Prabowo Subianto menjadikan bahasa Portugis sebagai pelajaran di sekolah.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, mengatakan ia menyambut rencana pelajaran bahasa Portugis di sekolah tersebut, tetapi harus dengan relevansi yang jelas.
Menurut sebuah penelitian, mereka yang bisa berbicara lebih dari dua bahasa, biasanya memiliki kemampuan kognitif hingga pemecahan masalah yang lebih baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved