Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Golkar-LDII Bahas Kerja Parlemen

Thomas Harming Suwarta
06/2/2019 10:15
Golkar-LDII Bahas Kerja Parlemen
(ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)

PARTAI Golongan Karya bersilaturahim dengan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Pusat di Jakarta, Senin (4/2) malam. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan jajarannya disambut ­Ketua Umum LDII KH Abdullah Syam.

“Saya senang berada di sini dan tentunya menikmati kunjungan ke Kantor Pusat LDII malam ini,” ujar Airlangga dalam sambutannya.

Ikut mendampingi Airlangga sejumlah anggota DPR dari Fraksi Golkar seperti Firman Subagio, Ace Hasan Sadzily, dan pengurus Golkar Hajriyanto Tohari dan Yahya Zaini.

Airlangga menyebutkan, dalam silaturahim itu DPP Partai Golkar dan DPP LDII membahas isu-isu strategis di parlemen menjelang Pemilu 2019.

Airlangga mengatakan LDII merupakan organisasi Islam yang menjadi pion dakwah. Selain dakwah, di LDII juga ada kegiatan keekonomian dan lingkungan hidup.

“Saya senang LDII bicara ketahanan pangan karena Pak Kiai lulusan IPB sehingga kalau bicara ketahanan pangan sahih,” katanya.

Dalam pertemuan itu, Airlangga bersama Syam juga sempat menyinggung swasembada dan ketahanan pangan.

Airlangga menjelaskan antara swasembada dan ketahanan pangan itu beda jauh ­filosofinya. Berdasarkan pengalaman suatu negara, kesejahteraan itu yang utama kesejahteraan rakyat terkait dengan ketersediaan pangan dan harga pangan yang murah.

“Tentu itu lebih baik dari-pada barangnya dari dalam negeri, tapi ­harganya mahal. Tentu terkait dengan swasembada, impor-ekspor itu biasa saja, tapi tentu ada hal baik untuk impor dan ekspor,” ujar ­Airlangga.

Dia menambahkan, Indonesia ekspor otomotif, impor pangan. Tapi, secara total lebih tinggi ekspor daripada impor, itu tujuan dari negara yang bergaul di dalam konteks global.

“Artinya, kita tidak perlu memaksakan komoditas per komoditas. Tapi, lebih bicara mana yang jadi andalan ekspor dan mana yang diperlukan untuk kesejahteraan rakyat.”

Airlangga menganggap pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk bersama-sama mengawal kerja pemerintah dan membangun parlemen yang lebih kuat ke depan.

“Seluruh pejabat publik disumpah untuk menjalankan UU. Jika UU dihasilkan kurang berkua-litas, turunannya ya ikut tidak berkualitas,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, ­Abdullah Syam menyampaikan harapannya agar seluruh anggota DPR dapat menyerap aspirasi masyarakat layaknya yang dilakukan Partai Golkar.

“Diharapkan, anggota DPR RI tidak hanya dari Partai Golkar, tapi juga partai lainnya yang ada di parlemen, jangan meletakkan dirinya sebagai keterpilihan, tetapi sebagai keterwakilan yaitu mewakili rakyat,” ujarnya. (Ths/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya