Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar UIN Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat mengatakan sistem demokrasi yang dianut oleh Indonesia hingga saat ini menimbulkan kebisingan di ruang publik. Suasana politik kemudian terus menjadi riuh dan ramai pascareformasi. Hal tersebut menjadi tak terhindarkan, terlebih ketika tahun politik.
"Demokrasi memang membuat masyarakat tidak bisa diam. Situasi politik itu sangat terasa sejak era reformasi yang ditandai dengan berakhirnya Orde Baru dibawah Presiden Soeharto," kata Komaruddin ketika diskusi refleksi awal tahun Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) di Grha Oikumene PGI, Jakarta, Kamis (24/1).
Komaruddin mengatakan aktivitas partai politik dan ormas baru yang terus menggeliat pasca kejadian itu menjadi semakin lebarnya ruang berinteraksi, sehingga berdampak pada tingginya partisipasi publik untuk memilih pemimpin.
Namun, dalam perkembangannya dia menyoroti situasi sosial yang rawan terjadi pembelahan karena pilihan politik. Ditambah kemudian ketika membentuk kelompok yang semakin membentuk garis pembatas dengan yang lainnya.
Baca juga: Ma'ruf: Pancasila Titik Temu Bangsa Indonesia
Meski demikian, dia menilai Indonesia beruntung mempunyai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang telah mendapatkan kesepakatan dari semua pihak, sehingga dinding pembatas dapat diruntuhkan dan kembali kepada bagian dari Indonesia.
"Pancasila sebagai ideologi negara dan Bhinneka Tunggal Ika berfungsi sebagai payung dan juga sebagai identitas masyarakat yang majemuk," lanjut Komaruddin.
Maka dari itu, Komaruddin mengatakan perbedaan yang terjadi di masyarakat merupakan hal yang sudah semestinya terjadi. Namun, kata dia, bukan berarti menjadi perpecahan dan mengabaikan pihak lain. Masing-masing orang mempunyai hak yang sama di mata hukum, sehingga identitas apa pun tak berpengaruh dalam kehidupan bermasyarakat.
"Sistem demokrasi menjunjung tinggi prinsip pribadi yang sama kedudukannya di depan hukum. Tak ada bedanya dengan yang lain sesama warga negara apapun etnis dan agamanya," tandas Komaruddin. (OL-7)
Simak 11 butir sila kelima Pancasila dan contoh pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari, ekonomi, dan dunia digital di tahun 2026.
Pelajari 10 butir sila keempat Pancasila beserta contoh pengamalannya di lingkungan sekolah, rumah, dan masyarakat secara lengkap dan terbaru.
Pelajari 7 butir Sila Ketiga Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 serta contoh pengamalan nyata untuk menjaga persatuan Indonesia di tahun 2026.
Pahami 10 butir Sila Kedua Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 dan cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari serta dunia digital tahun 2026.
Pelajari 7 butir Sila Pertama Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 serta contoh pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari dan dunia digital.
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved