Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menilai dengan tidak lagi diberikannya kisi-kisi ketika debat Pilpres selanjutnya merupakan langkah positif untuk perbaikan konsep debat ke depannya.
Titi juga mengatakan dengan tidak ada kisi-kisi diharapkan pula mampu mendorong pasangan capres dan cawapres untuk bereksplorasi lebih jauh soal gagasan yang ditawarkan.
"Ketika KPU sudah memperbaiki metode, pasangan calon juga diharapkan memperkuat performanya dan lebih komprehensif dan konkret dalam menawarkan kebijakan selama proses debat," kata Titi ketika dihubungi, Sabtu (19/1).
Dengan tidak diberikan kisi-kisi debat juga diharapkan Titi dapat menjawab kekecewaan debat perdana yang hambar. Padahal, awalnya semua pihak menaruh harapan yang besar dengan penampilan dari paslon, tetapi yang terjadi justru kedua paslon tidak mampu mengelaborasi materi debat menjadi satu kesatuan yang utuh.
Meski demikian, terlepas dari itu semua, Titi mengapresiasi keputusan KPU dengan tidak memberikan kisi-kisi. Menurutnya, keputusan itu telah tepat karena mengakomodir suara dari masyarakat, sehingga citra KPU yang eksklusif terhadap kedua paslon dapat ditepis.
"KPU harus menjadi lembaga terbuka yang mendengarkan tanggapan publik dan sepanjang itu beralasan dan sejalan dengan konsep yang bisa memperkuat kualitas debat, tentu KPU tidak perlu menutup diri," kata Titi.
Hasilnya, kata Titi, diharapkan mampu memenuhi harapan publik terhadap jalannya debat yang seru dan penuh dengan gagasan yang baru.
Lebih lanjut, Titi mengaku tidak menjamin setelah keputusan ini KPU akan terlepas dari kritikan. Menurutnya, banyak yang harus dipelajari, misalnya teknis waktu, tata letak panggung, dan performa moderator. Namun, kritik yang membangun justru harus diperlukan bagi KPU, sehingga mampu meningkatkan kualitas debat selanjutnya.
"Harus dipahami bersama dan menjadi pembelajaran dan evaluasi, sehingga debat selanjutnya lebih baik. Jangan kemudian menggunakan preferensi debat yang kemarin itu untuk debat selanjutnya yang tidak lebih baik," kata Titi. (OL-4)
Prabowo yang berlatar belakang militer membutuhkan sosok berpengalaman di bidang ekonomi.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi memberikan restu kepada Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menjadi cawapres untuk capres Anies Baswedan.
Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) Partai Golkar perlu mensosialisasikan capaian Partai Golkar dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.
SEJUMLAH kader Partai Demokrat Jawa Barat mengaku tersinggung dengan pernyataan calon presiden (capres) Prabowo Subianto dalam debat terakhir, Sabtu (13/4).
Tadi malam, pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan pasangan calon dengan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menutup debat kelima di Hotel Sultan, Jakarta.
Saat diminta oleh Prabowo untuk menjawab pertanyaan seputar pengembangan e-sport, Sandiaga mengatakan, "You wanna test your vice president."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved