Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Badan Pekerja Anti Corruption Committe (ACC) Abdul Muttalib menanggapi teror bom di rumah dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif dan Agus Rahardjo. Abdul yakin bahwa kedua pimpinan KPK dan para pegawainya tidak terganggu dengan teror tersebut.
"Kami haqqul yakin, orang yang bekerja di KPK tidak bakalan terganggu dengan teror dan intimidasi seperti itu karena mereka sudah dari awal menanamkan komitmen dengan resiko apapun," tutur Abdul dalam keterangan resminya, Rabu (9/1).
Kendati demikian, menurut Abdul, negara wajib memberikan perlindungan kepada seluruh pegawai KPK dan jangan dibiarkan seperti kasus mantan penyidik KPK Novel Baswedan yang sampai detik ini belum terpecahkan.
"Kondisi sekarang tampaknya mengharuskan Presiden Jokowi untuk tidak membiarkan rasa aman komisioner KPK dan keluarga tergerus. Negara wajib hadir memberikan perlindungan hukum. Kami masyarakat sipil mendukung sepenuhnya seluruh langkah pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK," ucapnya.
ACC, kata Anwar mengingatkan kepada para koruptor dan kroninya juga untuk berhenti membuat gaduh dengan cara teror dan intimidasi yang tidak berguna dengan tindakan apapun yang dapat mereka lakukan. "Cara mereka itu tidak akan menghentikan semangat pemberantasan korupsi di KPK.
Kami mendukung sepenuhnya kerja yang selama ini dilakukan oleh pak Laode Syarif dan Pak Agus dkk di KPK." tandasnya.(OL-7)
Kasus ini bermula saat DJ Donny melaporkan serangkaian teror fisik di rumahnya yang terjadi dalam waktu berdekatan.
Siapa DJ Donny? Profil lengkap Ramond Dony Adam, perjalanan dari DJ hiburan ke pengkritik pemerintah yang vokal dan jadi sorotan.
Kronologi teror bom molotov ke rumah DJ Donny di Jakarta. Aksi ini merupakan teror kedua setelah paket bangkai ayam. Kasus telah dilaporkan ke polisi
DJ Donny, resmi melaporkan aksi teror yang menimpa dirinya dan keluarga ke Polda Metro Jaya, Rabu (31/12)
Selain menangkap seluruh tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti bom molotov, ponsel, motor dan barang bukti lainnya.
Hingga kini, aparat Brimob terus melakukan upaya pembubaran massa dengan tembakan gas air mata, sementara situasi sekitar Mako Brimob Kwitang tetap mencekam
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved