Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN RI saat ini sedang berupaya menyelidiki jaringan teroris yang terkoneksi melalui grup WhatsApp. Dari grup-grup tersebut, kelompok teroris belajar agama dengan paham radikal, termasuk belajar merakit bom. Demikian disampaikan Karo Penmas Mabes Polri Brigjen M Iqbal, di Jakarta, Selasa (12/6).
“Semua yang terkoneksi pasti kita amankan. Kalau ada barang bukti pasti akan kami buat jera. Semua kita tak berhenti selidiki. Kita sudah tahu ada jaringan itu di WhatsApp. Makanya kita bisa lakukan penindakan. Cara kerja teman Densus tidak berhenti. Kalau berhenti kita sudah kecolongan,” ujar Iqbal.
Dari penyelidikan polisi, kata Iqbal, jaringan tersebut mempelajari cara merakit bom dari sosial media. Namun polisi juga akan menyelidiki kemungkinan dipelajari lewat jalur lain. “Dari sosmed. Tapi kita juga pelajari kalau ada jalur lain,” kata dia.
Ia mengatakan, dalam strategi penangulangan terorisme, polri tidak bisa sendirian. Karenanya harus bersinergi dengan banyak pihak. Sehingga semua ikut dalam proses pencegahan. Kalau ada konten radikal pasti akan ditindak. “Kasih info, nanti kita lidik,” katanya. (OL-5)
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gimĀ online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved