Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSAINGAN di pasar otomotif Indonesia terus berjalan dinamis seiring dengan perubahan tren konsumen dan kondisi ekonomi. Sejumlah merek otomotif berlomba mencatatkan performa terbaik dari sisi penjualan, meskipun secara keseluruhan, industri menghadapi tantangan penurunan angka distribusi dan ritel.
Berikut daftar 10 mobil terlaris di Indonesia berdasarkan data wholesales terbaru dalam satu semester:
Dari daftar di atas, terlihat bahwa merek-merek di bawah naungan Grup Astra, yakni Toyota dan Daihatsu, masih menjadi penguasa pasar otomotif nasional.
Keduanya menempati posisi pertama dan kedua dengan selisih penjualan yang cukup signifikan dibandingkan merek lainnya.
Industri otomotif Indonesia mencatatkan performa yang kurang menggembirakan pada paruh pertama 2025.
Meski sejumlah agen pemegang merek (APM) berupaya memacu penjualan, data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa total distribusi mobil dari pabrik ke dealer (wholesales) anjlok 8,6% secara tahunan menjadi 374.740 unit. Angka ini lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 410.020 unit.
Penurunan serupa juga terjadi pada penjualan ritel, yakni dari dealer ke tangan konsumen, yang merosot 9,7% secara tahunan menjadi 390.467 unit. Pada Januari hingga Juni 2024 lalu, penjualan ritel masih mampu mencatatkan angka 432.453 unit.
Meski pasar lesu, dominasi Grup Astra melalui dua merek andalannya—Toyota dan Daihatsu—belum tergoyahkan. Toyota mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar dengan total penjualan 123.846 unit, disusul Daihatsu sebanyak 64.405 unit.
Pesaing lainnya, Honda, menempati posisi ketiga dengan angka 32.681 unit. Mitsubishi Motors berada di urutan keempat dengan 31.081 unit, sementara Suzuki membuntuti di posisi kelima dengan 27.180 unit.
Menariknya, produsen mobil listrik asal Tiongkok, BYD, berhasil menembus papan atas dengan capaian 14.092 unit, menunjukkan tren pergeseran minat konsumen ke kendaraan ramah lingkungan.
Selain lima besar, deretan merek populer lainnya adalah Mitsubishi Fuso (11.442 unit), Isuzu (11.275 unit), Hyundai (11.188 unit), dan Chery (10.283 unit).
Di tengah tren lesu ini, pelaku industri otomotif tetap optimistis. Salah satu momentum yang diharapkan mampu mendorong pemulihan adalah pameran otomotif besar seperti Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS). Ajang ini menjadi sarana strategis bagi APM untuk memperkenalkan model baru dan menarik minat konsumen. (Z-10)
Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor mempertanyakan urgensi pengadaan pikap 4x4 untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, menyoroti regulasi, dan keekonomian.
Rencana impor 105 ribu mobil pikap CBU dari India dianggap sebagai bentuk deindustrialisasi terselubung yang mengancam arah kebijakan industrialisasi dan ekspor otomotif Indonesia.
Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad, menyerukan penundaan impor 105 ribu mobil pikap dari India untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Ekonom senior Didik J. Rachbini dari Indef menilai rencana impor 105 ribu kendaraan niaga pick-up dari India berisiko melemahkan industri otomotif nasional dan neraca perdagangan.
Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 resmi berakhir lancar dengan beberapa torehan positif.
Selama beberapa tahun belakangan ini penjualan kendaraan bermotor dalam negeri sedang tertekan, mencatat angka penjualan di bawah 1 juta unit dalam kurun waktu satu tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved