Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KIA melakukan seremoni peletakan batu pertama pembangunan pabrik baru yang khusus memproduksi kendaraan multifungsi atau Purpose Built Vehicle (PBV) bertenaga listrik. Seremoni diadakan di pabrik Kia Hwaseong, di Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan. Acara tersebut dihadiri lebih dari 200 orang, termasuk pejabat pemerintah, Ketua Eksekutif Hyundai Motor Group Euisun Chung, Presiden dan CEO Global Kia Ho Sung Song, manajemen Hyundai Motor Group, serta industri suku cadang otomotif.
"Hyundai Motor, Kia, dan Hyundai MOBIS bersama-sama berencana untuk menginvestasikan dana 24 triliun won di industri kendaraan listrik domestik pada 2030, dengan tujuan untuk menjadi salah satu brand dari tiga brand teratas di pasar EV global. Fokus kami adalah untuk meningkatkan daya saing seluruh ekosistem kendaraan listrik, termasuk penelitian dan pengembangan, produksi, infrastruktur, serta memimpin dalam mendorong perubahan dan inovasi di dunia industri otomotif masa depan," papar Presiden dan CEO Kia Ho Sung Song, dalam sambutannya, Selasa (11/4) lalu.
Kia akan menginvestasikan sekitar satu triliun won (sekitar US$ 758 juta) untuk mengamankan lahan seluas 99.000 hektare dengan kapasitas produksi per tahun mencapai 150 ribu unit pada tahun pertama dan dapat ditingkatkan sesuai kondisi pasar. Rencananya, produksi massal perdana dari pabrik PBV ini akan dilakukan pada paruh kedua 2025.
Baca juga: Hyundai Genjot Produksi IONIQ 5 Hingga 1.000 Unit per Bulan
Pabrik kendaraan multifungsi bertenaga listrik ini akan dibangun sebagai pabrik ramah lingkungan dengan menerapkan teknologi manufaktur yang canggih dan inovatif, sehingga dapat menurunkan emisi karbon yang dihasilkan. Pabrik ini juga mengadopsi kecerdasan teknologi dari Hyundai Motor Group dan merek pabrik pintar Kia, ‘E-FOREST Technologies'.
Salah satu proses manufaktur inovatif yang akan diterapkan di pabrik PBV ini dikenal sebagai ‘Cell Method', yang memungkinkan produksi kendaraan berdasarkan permintaan pelanggan yang beragam. ‘Cell Method’ adalah strategi tata letak proses yang mengelompokkan mesin atau stasiun kerja yang digunakan untuk menghasilkan produk atau bagian yang serupa.
Tujuan dari ‘Cell Method’ untuk menciptakan proses manufaktur yang lebih efisien dan fleksibel dengan mengurangi jarak penyaluran material selama proses produksi. Nantinya, mesin diatur sedemikian rupa untuk mengoptimalkan aliran material dan produk antar stasiun kerja, sehingga dapat meminimalkan waktu henti, mengurangi biaya, dan meningkatkan produktivitas.
Baca juga: 2024, Karawang Punya Pabrik Baterai EV Terbesar se-ASEAN
Pabrik PBV ini juga mengoperasikan dry booth yang merupakan metode konstruksi yang ramah lingkungan selama proses pengecatan pembuatan kendaraan. Selain itu, emisi karbon diklaim akan berkurang sekitar 20 persen dibandingkan pabrik yang sudah ada dengan memanfaatkan cahaya alami dan merampingkan proses manufaktur.
Kia akan menerapkan teknologi inovatif seperti otomatisasi fasilitas menggunakan machine learning dan artificial intelligent (AI) yang meliputi otomatisasi inspeksi kualitas pengecatan kendaraan, otomatisasi pemasangan suku cadang seperti kaca, nama kendaraan, dan logo perusahaan, serta analisis data kualitas pengukuran untuk memperbaiki dan memasang bodi kendaraan secara otomatis dan real time.
Fasilitas baru ini akan menjadi pabrik yang ‘human-friendly’ dengan mendorong otomatisasi dalam pekerjaan yang memerlukan tingkat kefokusan tinggi, sekaligus dapat memperluas ‘keterbukaan’ pada perspektif dan kreativitas, serta mengurangi tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh pabrik pada umumnya. (S-3)
Panduan memahami skala prioritas APBD melalui kasus pengadaan mobil listrik dan penghapusan BPJS warga di Banjarmasin. Analisis etika anggaran publik.
Di tengah langkah pengadaan puluhan mobil listrik untuk kepala dinas dan camat, pemerintah Pemerintah Kota Banjarmasin menghapus kepesertaan BPJS bagi 37 ribu warga miskin.
Tiongkok menjadi negara pertama yang melarang desain handle pintu tersembunyi demi keamanan.
MASYARAKAT luas diajak untuk berperan aktif mendukung akselerasi penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) sebagai solusi mobilitas bersih yang berkelanjutan.
Tim peneliti Swiss berhasil menciptakan baterai solid-state yang lebih aman dan tahan lama. Temukan bagaimana teknologi ini mencegah korsleting pada mobil listrik.
Asuransi ini menyasar kendaraan listrik sesuai Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI).
Penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2023 yang menjadi instrumen penting untuk memutus siklus hambatan pasar kendaraan listrik di Indonesia.
Transformasi digital di tubuh PT PLN menemukan bentuk paling konkret melalui PLN Mobile.
PLN menegaskan komitmennya dalam mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional melalui partisipasi aktif pada ajang Indonesia International Motor Show 2026 (IIMS 2026).
Pertumbuhan infrastruktur EV tidak bisa dilepaskan dari pendekatan kolaboratif dan keberpihakan pada kebutuhan masyarakat.
Langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mempercepat pengembangan industri baterai kendaraan listrik dinilai sebagai sinyal positif.
PT Ofero Technology Indonesia (Ofero) terus memperkuat posisinya di pasar motor dan sepeda listrik dengan strategi yang menitikberatkan pada kebutuhan mobilitas lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved