Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Sokonindo Automobile sebagai pemegang merek (DFSK) di Indonesia memastikan untuk memasarkan mobil listrik DFSK Mini EV pada 2023. DFSK juga mengungkapkan rencana untuk merakit mobil listrik mungil ini secara lokal di pabrik DFSK yang berlokasi di Cikande, Serang, Banten.
DFSK Mini EV pertama kali diperkenalkan di Indonesia di ajang pameran kendaraan listrik Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022 di Jakarta, Juli dan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 pada Agustus lalu. Namun yang dipamerkan saat itu adalah versi setir kiri.
Saat ini, kendaraan tersebut sudah dipersiapkan versi setir kanan dan tengah menjalani berbagai pemenuhan persyaratan yang dibutuhkan untuk bisa dipasarkan di tanah air tahun depan, tepatnya pada semester II 2023..
Hal tersebut diungkap langsung oleh CEO DFSK, Alexander Barus di sela-sela acara 'Media Gathering dan Test Drive Kendaraan Listrik DFSK' yang digelar di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Rabu (14/12).
"2023 nanti DFSK akan menghadirkan Mini EV untuk meramaikan pasar mobil listrik di Indonesia, tepatnya pada semester kedua," ujar Alex Barus.
Mini EV di negara asalnya, Tiongkok menyandang merek Dongfeng FengGuang Mini EV yang memiliki dimensi kompak dengan ukuran panjang 2.995 mm, lebar 1.495 mm, dan tinggi 1.640 mm, dengan jarak sumbu roda 1.960 mm. Penggeraknya mengandalkan motor listrik tunggal berkekuatan 25 kW atau setara 34 ps dan torsi sebesar 100 Nm yang terpasang langsung di poros roda belakang.
Terkait Mini EV yang akan dipasarkan di Indonesia nanti, Sales and Marketing Director DFSK Rifin Tanuwijaya menjelaskan, bahwa kemungkinan model yang akan hadir nanti merupakan versi facelift dari model yang pernah diperkenalkan beberapa waktu lalu.
"Akan ada sedikit perbedaan dibandingkan dengan yang di Cina mulai dari bagian eksterior maupun interiornya. Kalau untuk fitur tidak berbeda jauh." jelas Rifin.
Selain setir kanan, perbedaannya ada pada sistem penerangannya. Kalau versi Tiongkok menggunakan lampu pijar dan halogen biasa, maka untuk pasar Indonesia nanti akan menggunakan teknologi LED yang lebih efisien.
Rifin juga menjelaskan akan ada dua varian yang ditawarkan terkait dengan kemampuan jelajahnya yaitu 150 km dan 220 km dengan banderol di rentang Rp200 juta hingga Rp220 jutaan.
Para jurnalis yang hadir juga mendapat kesempatan mencoba DFSK Mini EV di seputar Hotel Dixscovery Ancol. Sesuai yang diklaim oleh pihak DFSK Indonesia, Mini EV memiliki karakter yang lincah dan gesit dengan akselerasi khas mobil listrik yang memiliki torsi melimpah sejak di putaran bawah. Karakter ini memang sangat cocok untuk menjelajah di rimba kepadatan lalu lintas perkotaan. (S-4)
Panduan memahami skala prioritas APBD melalui kasus pengadaan mobil listrik dan penghapusan BPJS warga di Banjarmasin. Analisis etika anggaran publik.
Di tengah langkah pengadaan puluhan mobil listrik untuk kepala dinas dan camat, pemerintah Pemerintah Kota Banjarmasin menghapus kepesertaan BPJS bagi 37 ribu warga miskin.
Tiongkok menjadi negara pertama yang melarang desain handle pintu tersembunyi demi keamanan.
MASYARAKAT luas diajak untuk berperan aktif mendukung akselerasi penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) sebagai solusi mobilitas bersih yang berkelanjutan.
Tim peneliti Swiss berhasil menciptakan baterai solid-state yang lebih aman dan tahan lama. Temukan bagaimana teknologi ini mencegah korsleting pada mobil listrik.
Asuransi ini menyasar kendaraan listrik sesuai Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved