Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
TUBERKULOSIS (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menginfeksi bagian tubuh lainnya. TBC menyebar melalui udara ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara, menyebarkan tetesan kecil yang mengandung bakteri. Penularan TBC membutuhkan kontak erat dalam periode waktu tertentu sehingga sering didapatkan beberapa kasus dalam satu keluarga atau kerabat.
Mengacu pada WHO Global TB Report tahun 2020, 10 juta orang di dunia menderita TBC dan menyebabkan 1,2 juta orang meninggal setiap tahunnya, sehingga TBC merupakan salah satu dari 10 penyebab kematian utama di dunia. Indonesia menempati urutan ketiga secara global dengan jumlah penderita TBC terbanyak.
Data TBC di Indonesia tahun 2020 menunjukkan sebagian besar kasus TBC (67%) terjadi pada usia produktif (15-54%) dan 9% mengenai anak-anak berusia kurang dari 15 tahun. Pada tahun 2020, diperkirakan 824.000 orang di Indonesia mengidap TBC dan 93.000 orang meninggal akibat penyakit ini, sedangkan pada tahun 2021 diperkirakan terdapat sekitar 910.000 kasus TBC baru di Indonesia dan 62.000 kematian akibat TBC.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan TBC sulit diberantas sehingga merupakan ancaman terselubung bagi masyarakat Indonesia.
Pertama TBC merupakan penyakit dengan gejala yang tidak selalu spesifik. Penderita TBC dapat mengalami gejala yang mirip dengan penyakit lain, seperti batuk, sesak napas, dan demam. Hal ini dapat membuat penderita TBC terlambat didiagnosis dan diobati.
Kedua, pengobatan TBC membutuhkan waktu yang lama sekitar 6-9 bulan dan penderita harus minum obat secara rutin setiap hari. Hal ini membutuhkan kepatuhan dan dapat menjadi tantangan bagi penderita TBC, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta atau kondisi ekonomi yang sulit.
Ketiga, stigma terhadap penderita TBC masih kental dalam masyarakat sehingga dapat membuat penderita TBC enggan untuk memeriksakan diri ke layanan kesehatan atau melanjutkan pengobatan.
Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah membuat Peraturan Presiden (Perpres) nomor 67 tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC sebagai komitmen untuk mencapai eliminasi TBC pada tahun 2030. Eliminasi TBC berarti menurunkan insiden TBC menjadi kurang dari 10 kasus per 100.000 penduduk dan prevalensi TBC menjadi kurang dari 1 kasus per 1.000 penduduk.
Untuk mencapai target eliminasi TBC 2030, pemerintah Indonesia telah menerapkan berbagai strategi, antara lain:
Selain strategi di atas, pemerintah Indonesia juga berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang TBC dan mengurangi stigma terhadap penderita TBC. Pemerintah juga bekerja sama dengan sektor swasta dan masyarakat sipil untuk mempercepat eliminasi TBC.
Upaya pemerintah Indonesia untuk mencapai eliminasi TBC 2030 membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat umum.
Dukungan tersebut dapat berupa:
• Melakukan imunisasi BCG sesuai jadwal
• Melakukan pemeriksaan TBC jika mengalami batuk yang berlangsung selama 2 minggu atau lebih
• Mengobati TBC sampai sembuh
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Dokter spesialis anak Leonirma Tengguna mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan anak-anak ketika bersilaturahmi pada momen Idul Fitri.
Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Measles atau campak saat melakukan kegiatan silaturahmi pada perayaan Idul Fitri.
Munculnya bintik atau bercak merah pada kulit sering membuat orang tua khawatir, terutama jika terjadi pada anak-anak. Kondisi ini bisa disebabkan oleh sejumlah penyakit yang berbeda.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyayangkan influencer Ruce Nuenda yang keluyuran atau beraktivitas di ruang publik saat sakit campak.
Argentina resmi keluar dari WHO menyusul langkah AS. Presiden Javier Milei tegaskan penarikan ini demi kedaulatan penuh dan kritik atas manajemen pandemi Covid-19.
Situasi Lebanon kian mencekam! WHO laporkan 14 petugas medis tewas dalam serangan udara terbaru. Total korban jiwa kini tembus 826 orang di tengah eskalasi konflik Israel-Hezbollah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan ancaman hujan asam dan hujan hitam di Iran akibat serangan pada fasilitas minyak. Warga diminta waspada.
Denmark resmi jadi negara Uni Eropa pertama yang mencapai status eliminasi transmisi HIV dan sifilis dari ibu ke anak.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved