Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BUDAYA positif di kelas merupakan nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan di kelas yang berpihak pada peserta didik agar anak didik mampu berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat dan bertanggung jawab. Mutu budaya kelas bisa dilihat dari budaya yang hidup dan dikembangkan warga sekolah.
Budaya kelas merupakan sekumpulan nilai yang melandasi perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh kepala sekolah, guru, petugas administrasi, siswa dan masyarakat sekitar sekolah ketika berada di kelas. Nilai-nilai dalam budaya positif di kelas mencakup; kebiasaan hidup, etika, kejujuran, kasih sayang, mencintai belajar, bertanggung jawab, menghormati hukum dan peraturan, menghormati orang lain, mencintai pekerjaan, suka menabung, suka bekerja keras, tepat waktu. Sependapat dengan Ki Hajar Dewantara, manusia membudaya itu maksudnya untuk keselamatan dan kebahagiaan manusia dalam hidup perjuangannya.
Dengan demikian, budaya positif kelas mampu mengatasi transisi PAUD. Agar efektif, dibuat dengan keterlibatan semua anggota keluarga kelas hasil diskusi dan negoisasi. Fokus pada hal yang dinggap urgent, oleh semua anggota keluarga. Pastikan alasannya bisa dijelaskan anak. Hanya sedikit. Anak harus mampu mengingat dan melaksanakannya dengan konsisten.
Uniknya, menyebutkan nilai yang dijunjung keluarga kelas. Anak faham tanggung jawab sebagai anggota kelompok dan kebutuhan orang lain. Dinyatakan dengan positif, menggambarkan apa yang harus dilakukan, bukan apa yang dilarang.
Jelaskan konsekuensi kesepakatan dilanggar, menyebutkan peran bagaimana peran yang dilakukan orang tua dan anak. Dibuat tertulis dengan di area yang mudah, dan dijangkau anak, ajak anak membuat visualisasinya, perlu ditinjau ulang bila masalah muncul beberapa kali atau setelah periode tertentu. Hal itu untuk memberi contoh refleksi yang baik pada anak.
Untuk menciptakan budaya sekolah yang kuat dan positif (Daryanto; 2015:12) perlu dibarengi dengan rasa saling percaya dan saling memiliki yang tinggi terhadap sekolah, memerlukan perasaan bersama dan intensitas nilai yang memungkinkan adanya pengawasan perilaku.
Budaya positif
Mendikbudristek Nadiem Makarim mengeluarkan kebijakan Merdeka Belajar ke-24, transisi pendidikan anak usia dini (PAUD) ke sekolah dasar (SD) yang menggembirakan. Implikasi dari kebijakan Mendikbudristek ini antara lain; (1) dihapuskannya tes membaca, menulis, dan berhitung (calistung) sebagai syarat masuk SD. Penghapusan tes calistung ini sebenarnya sudah diamanatkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan dan Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru.
Oleh karena itu, menarik bagi penulis untuk membuat catatan ini supaya pembaca dapat membedakan contoh budaya positif di kelas melalui profil pelajar Pancasila dan profil pelajar rahmatan lil alamin; keduanya bisa disebut profil pelajar. Profil pelajar memiliki pengetahuan dan keterampilan berpikir antara lain: berpikir kritis, memecahkan masalah, metakognisi, berkomunikasi, berkolaborasi, inovatif, kreatif, berliterasi informasi, berketakwaan, berakhlak mulia, dan moderat dalam keagamaan. Profil pelajar dirancang untuk menjawab satu pertanyaan besar, yakni peserta didik dengan profil (kompetensi) seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia.
Selanjutnya, penulis berharap kepada lembaga pendidikan untuk mengamalkan budaya positif kelas seperti adanya dimensi dan nilai yang menunjukkan bahwa profil pelajar tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga dunia yang; 1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. 2. Berkebhinekaan global. 3. Bergotong-royong. 4. Mandiri. 5. Bernalar kritis. 6. Kreatif, sekaligus pelajar yang mengamalkan nilai-nilai beragama yang moderat, baik sebagai pelajar Indonesia maupun warga dunia.
Nilai moderasi beragama ini meliputi; 1. Berkeadaban (ta’addub). 2. Keteladanan (qudwah). 3. Kewarganegaraan dan kebangsaan (muwa'anah). 4. Mengambil jalan tengah (tawassu'). 5. Berimbang (taw'zun). 6. Lurus dan tegas (I’tidl). 7. Kesetaraan (muswah). 8. Musyawarah (syra). 9. Toleransi (tasmuh). 10. Dinamis dan inovatif (taawwur wa ibtikr).
Budaya positif kelas yang ada perlu terus dikembangkan kearah yang lebih baik menuju kesempurnaan. Budaya kelas yang baik membawa manfaat kepada individu dan kelompok yang ada di sekolah dan seluruh stakeholder pendidikan. Tergerak, bergerak, menggerakkan pendidikan yang berkemajuan dan berkeadaban.
Itu karena gaya belajar setiap anak transisi PAUD berbeda, dan harus dilakukan oleh setiap guru supaya dapat merancang pembelajaran yang mampu mengakomodir semua siswa. Selain itu hasil asesmen juga harus dibedakan antara satu siswa dengan siswa yang lain sebagai referensi untuk pemetaan kelas sains, kelas tahfiz, kelas olahraga, dan kelas seni. Wallahu a’lam bishawab.
PENDIDIKAN kerap dimaknai sebatas proses belajar-mengajar di ruang kelas. Padahal, mutu pendidikan sesungguhnya dibangun oleh sebuah ekosistem yang lebih luas.
MENTERI Kesehatan memiliki ambisi besar untuk mereformasi sistem pendidikan dokter spesialis di Indonesia.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Sekolah Rakyat (SR) se-Jawa Timur.
Pelaksanaan TKA SD dan SMP tahun 2026 diawali dengan pendaftaran peserta 19 Januari hingga 28 Februari 2026,
Peran warga sekolah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan murid, sangat strategis dalam memastikan sekolah aman dan nyaman.
Kesejahteraan siswa merupakan faktor penting yang selama ini kurang diteliti di Indonesia, padahal sangat berpengaruh pada perkembangan psikososial dan prestasi akademik.
Kolaborasi ini bertujuan memutus sekat informasi dan menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas melalui konten edukasi yang ringan dan menghibur.
Program tersebut nantinya jika memang memberikan dampak yang nyata akan dibuatkan sebagai program nasional oleh pemerintah.
Kegiatan yang diikuti oleh 500 anak perwakilan dari 250 lembaga sekolah se-Kota Kediri tersebut diisi dengan bernyanyi dan melakukan sejumlah permainan motorik.
Di tengah arus globalisasi dan penetrasi teknologi digital, muncul kekhawatiran baru, apakah anak-anak Indonesia masih tumbuh dengan akar budaya, alam, dan kearifan lokalnya sendiri?
ISTRI Wapres Gibran Rakabuming Raka, Selvi Ananda mengungkapkan bahwa pemerintah menyiapkan Rp5,1 triliun untuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan PAUD 2026.
ISTRI Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Selvi Ananda menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi utama pembentukan karakter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved