Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PREDIKSI tentang per ubahan besar pada perilaku konsumen setelah pandemi covid-19 yang diriset dan dirilis oleh Inventure boleh jadi mengejutkan sebagian pihak.
Inventure mengelompokkannya dalam 30 perubahan besar yang disebut megashift. Jika ditilik satu per satu, perubahan perilaku konsumen
itu tidak hanya membentuk suatu jenis baru konsumen, tetapi juga model kewargaan (civic) yang baru.
Dari 30 perubahan besar tersebut, ada empat klaster besar yang mewarnai perubahan. Pertama, bagaimana konsumen dalam skala sempit dan warga atau masyarakat dalam skala besar menghidupi dan menikmati berbagai gaya hidup (life style) di dalam rumah. Kedua, kembalinya kebutuhankebutuhan dasar dalam piramida kebutuhan manusia. Adapun berikutnya ialah kehidupan yang makin virtual dan berkembangnya masyarakat yang kian empatik. Yang paling menarik dari 30 perubahan tersebut di mata saya, tentu tidak lepas dari pengalaman sejarah hidup dan be kerja selama puluhan tahun.
Saya mulai bekerja di dunia perbankan yang sangat kental dengan urusan nasabah atau konsumen. Kemudian saya berpindah ke perusahaan energi yang juga sangat intens berhubungan dengan pelanggan. Semua bidang tersebut memerlukan fokus pekerjaan yang membuat pola kerja terpola pada jam-jam yang sudah ditentukan secara ketat, 08.00 sampai dengan 16.00. Atau, 09.00 sampai dengan 17.00. Istilahnya ialah pekerja sembilan lima. Masuk pukul sembilan pagi, pulang pukul lima sore.
Beradaptasi secara cepat
Pandemi covid-19 yang telah diidentifi kasi virusnya sejak Februari dan diumumkan secara resmi pada Maret telah memaksa perubahan waktu dan cara bekerja.
Semua pekerja di sektor formal, yang tadinya bekerja dengan pola rutin dengan tempat yang spesifik di gedung-gedung perkantoran dan bisnis, dipaksa atau terpaksa bekerja dari rumah. Pola bekerja tersebut boleh jadi dijalani oleh setiap pekerja, terutama di sektor formal, sepanjang hidupnya sampai dengan ia pensiun. Rutin setiap hari.
Ketika orang-orang ini dipaksa/ terpaksa bekerja dari rumah, ia dipaksa oleh keadaan kedua untuk beradaptasi secara cepat, yakni bagaimana harus berkolaborasi, berkoordinasi, dan bekerja sama untuk tugas-tugas yang sifatnya kolektif dalam unit-unit di organisasi pemerintahan maupun bisnis.
Belum lagi bisa menyesuaikan dengan keterpaksaan-keterpaksaan tanpa pilihan, ia sudah dihadapkan pada keterpaksaan ketiga, yakni harus belajar cepat dan mengadopsi teknologi atau instrumen yang harus digunakan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan dan tugas dari
kantornya.
Dalam hitungan bulan, ketika masih harus beradaptasi dengan segala perubahan yang terjadi, muncullah pola baru yang kemudian diyakini sebagai suatu ‘kebiasaan baru’, yakni bahwa ternyata banyak pekerjaan yang bisa dilakukan dari rumah. Work from home.
Padahal, dalam kondisi normal ketika kehidupan kerja masih berlangsung secara normal, banyak organisasi dan korporasi berusaha mati-matian untuk mendorong pegawai atau karyawannya dapat bekerja dari rumah.
Namun, faktor pendorongnya bukan karena kebutuhan, melainkan karena situasi perjalanan dari rumah menuju kawasan-kawasan perkantoran makin tidak masuk akal. Baik karena faktor jam tempuh maupun efek polusi yang di timbulkan.
Dalam situasi normal, upaya itu relatif tidak menunjukkan kemajuan yang signifikan. Orang masih merindukan untuk pergi ke kantor setiap hari dan libur dua hari pada akhir pekan. Orang masih dipaksa untuk datang dalam pertemuanpertemuan fisik yang memakan waktu, padahal kurang efisien atau kurang efektif.
Makin kuat terbentuk
Ketika pandemi covid-19 danrespons muncul sebagai jawaban mengatasi situasi keterbatasan, Inventure memprediksi bahwa pola kerja ‘9 ke 5’ akan berubah menjadi ‘3 dan 2’. Perubahan dari cara bekerja mulai sembilan pagi hingga lima sore menjadi pola kerja 3 hari di kantor 2 hari di rumah, atau sebaliknya 3 hari di rumah dan 2 hari saja di kantor.
Dalam amatan dan prediksi saya, pola tersebut akan makin kuat terbentuk karena didorong oleh dua sisi, dari pemberi kerja maupun pekerjanya.
Oleh karena itu, perubahan menjadi ‘3 dan 2’ itu akan diiringi dengan perubahan-perubahan regulasi di sisi mikro pada level organisasi maupun kebijakan dari sisi pengelolaan pemerintahan. Perubahan menjadi ‘3 dan 2’ itu pun akan membawa efek sekaligus perubahan budaya di tengah masyarakat.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Jalur MRT Jakarta kian menguat posisinya sebagai “alamat emas” baru bagi pengembangan properti ibu kota.
Menurut Arief, tingkat hunian gedung-gedung perkantoran grade AS sepanjang jalur MRT fase 1 mengalami peningkatan lebih cepat dibandingkan gedung-gedung di luar jalur MRT.
Model kemitraan ini memungkinkan IWG memperluas jangkauan ke wilayah-wilayah yang sebelumnya belum tersentuh oleh operator ruang kerja internasional.
Pasar properti, khususnya di sektor ritel dan perkantoran, akan semakin tumbuh pada 2025. Tingkat keterisian ruang kantor
Dengan pemilihan lokasi yang strategis, UnionSPACE optimistis dapat mendorong pertumbuhan bisnis lokal serta mempertemukan para pelaku usaha dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Taiwan menghentikan seluruh aktivitas masyarakat pada Kamis (31/10) mengantisipasi kedatangan topan besar Kong-rey yang mendekat. Perkantoran dan sekolah diliburkan sementara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved