Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Kembalinya Sang Ratu, Ronda Rousey Tantang Gina Carano dalam Superfight MMA

Basuki Eka Purnama
19/2/2026 03:41
Kembalinya Sang Ratu, Ronda Rousey Tantang Gina Carano dalam Superfight MMA
Atlet MMA Ronda Rousey(AFP/EUGENE GOLOGURSKY / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)

DUNIA seni bela diri campuran (MMA) dikejutkan dengan pengumuman kembalinya salah satu ikon terbesar mereka. Mantan juara kelas bantam putri UFC, Ronda Rousey, secara resmi mengakhiri masa pensiunnya setelah 10 tahun absen untuk menghadapi sesama pelopor MMA putri, Gina Carano.

Pertarungan yang dijuluki sebagai salah satu duel terbesar dalam sejarah olahraga bela diri putri ini tidak akan berlangsung di bawah bendera UFC. 

Alih-alih, laga ini dipromotori oleh Most Valuable Promotions milik Jake Paul. Keduanya dijadwalkan bertemu di Intuit Dome, Los Angeles, pada 16 Mei mendatang.

Duel Dua Generasi Pelopor

Ronda Rousey, yang kini berusia 39 tahun, mengungkapkan antusiasmenya atas kesepakatan yang telah lama dinanti oleh para penggemar ini.

"Sudah lama saya menunggu untuk mengumumkan ini: saya dan Gina Carano akan bertarung dalam pertarungan super terbesar dalam sejarah olahraga bela diri Wanita," kata Ronda Rousey dalam laporan Independent.

Laga ini akan digelar di kelas bulu dan dijadwalkan berlangsung selama lima ronde. 

Durasi ini setara dengan standar pertarungan perebutan gelar atau acara utama di UFC, menandakan keseriusan kedua petarung untuk tampil dalam performa puncak.

Perjalanan Karier dan Warisan

Rousey adalah sosok yang merintis jalan bagi putri di panggung MMA dunia. 

Sebagai juara kelas bantam pertama UFC, spesialis kuncian lengan (armbar) ini berhasil mempertahankan sabuknya sebanyak enam kali. Rekor profesionalnya mencatatkan 12 kemenangan (3 KO) dan dua kekalahan.

Penampilan terakhir Rousey di oktagon terjadi pada Desember 2016, saat ia menderita kekalahan KO ronde pertama dari Amanda Nunes. 

Setelah kehilangan gelar, peraih medali Olimpiade Beijing 2008 cabang judo ini beralih ke dunia hiburan dengan bergabung bersama WWE pada 2018. 

Di sana, ia memenangkan tiga gelar juara dunia dan menjadi bagian dari pertandingan utama wanita pertama dalam sejarah WrestleMania.

Di sisi lain, lawannya, Gina Carano (7-1, 3 KO), merupakan wajah awal MMA wanita sebelum era Rousey dimulai. Pertemuan keduanya sering dianggap sebagai "pertarungan impian" yang gagal terwujud di masa kejayaan mereka.

Pesan untuk Penggemar

Kembalinya Rousey bukan sekadar masalah kompetisi, melainkan bentuk apresiasi bagi komunitas bela diri yang telah mendukungnya selama ini.

"Ini untuk semua penggemar MMA, baik yang dulu, sekarang, maupun di masa depan. Nantikan lebih banyak lagi, jauh lebih banyak," pungkasnya.

Dengan latar belakang sejarah kedua petarung yang begitu besar, laga di Los Angeles nanti diprediksi akan menjadi salah satu magnet utama dalam kalender olahraga bela diri tahun ini. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya