Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA tenis Indonesia tengah merayakan pencapaian bersejarah. Per Februari 2026, Janice Tjen resmi menempati peringkat 46 dunia dalam rilis terbaru Women's Tennis Association (WTA). Pencapaian ini menjadikannya petenis putri Indonesia pertama yang menembus Top 50 dunia di abad ke-21, menyusul jejak legenda Yayuk Basuki.
Loncatan ranking yang luar biasa ini, dari luar peringkat 400 di awal 2025 hingga masuk jajaran elite, bukanlah sebuah kebetulan. Ada kombinasi strategi manajemen karier, kematangan mental dari sistem kompetisi Amerika Serikat, dan evolusi teknis yang unik di tengah dominasi permainan bertenaga besar (power tennis).
Salah satu alasan utama kesuksesan Janice adalah keputusannya untuk menempuh jalur universitas di Amerika Serikat sebelum terjun sepenuhnya ke sirkuit profesional. Lulus dari Pepperdine University pada 2024, Janice membawa bekal mental kompetisi yang sangat tinggi.
Di sistem NCAA, seorang atlet dipaksa bermain dalam tekanan tim setiap minggu. Hal ini membentuk ketangguhan mental yang jarang dimiliki pemain yang langsung terjun ke pro di usia remaja. Pelatihnya di Pepperdine meyakinkan Janice bahwa ia memiliki level untuk bersaing di WTA, asalkan ia konsisten menjaga ritme pertandingannya.
Di era di mana mayoritas pemain mengandalkan pukulan baseline yang keras, Janice Tjen muncul dengan pendekatan yang berbeda. Banyak pengamat internasional menyebut gaya mainnya sangat mirip dengan mantan nomor satu dunia, Ashleigh Barty.
Janice tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga kecerdasan taktis. Ia sering menggunakan backhand slice yang rendah untuk merusak ritme lawan, disusul dengan drop shot atau serangan ke depan net. Statistik menunjukkan bahwa Janice memenangkan lebih dari 65% poin saat ia maju ke depan net, sebuah angka yang sangat tinggi untuk tunggal putri modern.
Tahun 2025 menjadi tahun transisi yang krusial. Janice mencatatkan rekor kemenangan yang mencengangkan, yakni 77 kemenangan berbanding hanya 15 kekalahan di berbagai level turnamen (ITF dan WTA). Ia sempat mencatatkan 27 kemenangan beruntun antara Mei hingga Juli 2025.
Kemenangan di turnamen WTA 250 Chennai Open dan WTA 125 Jinan menjadi pendongkrak poin yang signifikan. Volume pertandingan yang tinggi ini membantunya beradaptasi dengan berbagai tipe lapangan dan karakter lawan, mulai dari pemain bertahan hingga big hitter.
Ranking seorang pemain tidak akan melesat tanpa kemenangan atas pemain unggulan. Janice membuktikan kualitasnya dengan mengalahkan Veronika Kudermetova (saat itu peringkat 24) di US Open 2025. Tren positif ini berlanjut di Australian Open 2026, di mana ia menumbangkan Leylah Fernandez di babak pertama.
Keberhasilan Janice tidak hanya berdampak pada ranking pribadinya, tetapi juga pada ekosistem tenis di tanah air. Ia membuktikan bahwa jalur pendidikan (college tennis) bisa menjadi jembatan yang valid menuju karier profesional kelas dunia. Hal ini menginspirasi banyak atlet muda Indonesia untuk tidak terburu-buru meninggalkan pendidikan demi mengejar poin profesional.
| Faktor Utama | Detail Kontribusi |
|---|---|
| Pendidikan NCAA | Membentuk mentalitas pemenang dan ketangguhan fisik. |
| Variasi Teknik | Penggunaan slice dan drop shot untuk merusak ritme lawan. |
| Manajemen IMG | Akses ke turnamen besar dan dukungan logistik profesional. |
Elena Rybakina sukses menyabet gelar Australian Open 2026 usai menumbangkan Aryna Sabalenka. Simak profil, biodata, dan rekam jejak sang 'Ice Queen' Kazakhstan di sini.
Janice Tjen Mencetak Sejarah sebagai Petenis Putri Indonesia Pertama yang Menembus Top 50 WTA di Abad ke-21. Simak Profil Lengkap dan Perjalanan Karier Sang Bintang.
Janice Tjen tampil dominan di Qatar Terbuka 2026 usai tekuk Beatriz Haddad Maia 6-1, 6-0. Simak jadwal dan statistik lawan Iga Swiatek malam ini.
Petenis Indonesia Janice Tjen menargetkan tembus ranking 30 besar dan membuka peluang menuju 20 besar dunia pada musim depan.
Petenis Indonesia Janice Tjen sukses meraih gelar juara ganda WTA 250 Guangzhou Open 2025 bersama Katarzyna Piter asal Polandia.
Bantuan ini datang bukan dari federasi Tenis Indonesia, melainkan, keluarga Janice Tjen yang memperjuangkan dan mengeluarkan banyak uang untuk bisa mengikuti turnamen tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved