Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS putri Indonesia Janice Tjen memasang target besar untuk menyambut musim kompetisi berikutnya. Ia berambisi menembus peringkat 30 besar dunia dan membuka peluang menuju 20 besar.
“Semoga tahun depan bisa tembus top 30 atau mungkin top 20, dan pastinya tahun depan bisa main full di kalender WTA,” ujar Janice.
Janice menilai bahwa menghadapi musim penuh WTA Tour membutuhkan peningkatan adaptasi terhadap berbagai jenis lapangan. Selama ini ia lebih sering bertanding di hard court dan belum banyak memiliki pengalaman bermain di clay. Sementara itu lapangan rumput bahkan belum pernah ia coba.
“Untuk lapangan tanah liat memang belum banyak pengalaman. Untuk sekarang ini servicenya masih di hard court. Rumput juga belum pernah, tapi banyak yang bilang aku cocok main di rumput dan clay. Semoga tahun depan aku bisa menjawab itu,” kata dia.
Selain meningkatkan kemampuan perorangan, Janice memastikan nomor tunggal dan ganda akan menjadi fokus beriringan. Ia dan pelatihnya kini menyiapkan strategi agar pengembangan keduanya saling melengkapi.
“Aku sering volley dan finishing di depan net. Main ganda bantu development aku untuk lebih baik lagi. Aku enjoy juga main ganda, apalagi main sama Kak Dila (Aldila Sutjiadi),” katanya.
Kesuksesan meraih gelar WTA 250 membuat kepercayaan dirinya meningkat. Janice merasa berada di jalur yang tepat untuk bersaing dengan pemain papan atas, meski ia menilai masih banyak detail permainan yang perlu dibenahi.
“Di WTA circuit aku percaya bisa bersaing dengan pemain top juga. Aku masih baru, masih banyak yang harus di-improve. Aku juga baru dengan pelatih yang sekarang, belum setahun. Waktu turnamen, yang bisa di-improve masih sedikit. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” tuturnya.
Janice mencatat sejarah di ajang Chennai Terbuka 2025 setelah menjadi petenis Indonesia pertama dalam 23 tahun terakhir yang menjuarai turnamen tunggal tingkat tur WTA.
Pada partai final turnamen WTA 250 di India, Minggu (2/11), Janice menundukkan wakil Australia, Kimberly Birrell, dengan skor 6-4, 6-3. Kemenangan ini mengantarkannya ke peringkat 53 dunia versi PIF WTA Rankings yang akan dirilis Senin (3/11).
Posisi tersebut melewati rekor terbaik Widjaja di ranking 55 dan menjadikan Janice petenis Indonesia dengan peringkat tertinggi kedua sepanjang sejarah setelah Yayuk Basuki yang pernah mencapai ranking 19 dunia.
Tidak berhenti di sektor tunggal, Janice menambahkan prestasi dengan menjuarai nomor ganda bersama Aldila Sutjiadi. Pasangan tersebut mengalahkan duet Storm Hunter dan Monica Niculescu dengan skor 7-5, 6-4.
Petenis Indonesia Janice Tjen sukses meraih gelar juara ganda WTA 250 Guangzhou Open 2025 bersama Katarzyna Piter asal Polandia.
Bantuan ini datang bukan dari federasi Tenis Indonesia, melainkan, keluarga Janice Tjen yang memperjuangkan dan mengeluarkan banyak uang untuk bisa mengikuti turnamen tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved