Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA lifter debutan Indonesia sukses meraih emas di ASEAN Para Games, Kamis (22/1/2026). Sebuah keputusan tepat National Paralympic Commitee (NPC) Indonesia menghadirkan talenta muda di kancah multievent tingkat Asia Tenggara.
Ketiga lifter muda yang berhasil menyabet emas itu adalah Eliana dari Jawa Tengah, Hilman dari Jawa Barat, dan M Mabruk Arib Dzaky dari Kalimantan Barat. Eliana membuka gebrakan gemilang sebagai generasi baru lifter Indonesia hari pertama, Rabu (21/1/2026). Dia tampil di kelas 41 kilogram putri mencatatkan angkatan terbaik 78 kilogram.
Eliana mengungguli lifter asal Filipina, Marydol Pamatian, dengan angkatan terbaik 77 kilogram dan lifter asal Laos, Latsami Sipaseuth dengan angkatan terbaik 70 kilogram.
Keberhasilan lifter putri asal Jawa Tengah itu, diikuti oleh Hilman yang merebut medali emas di kelas 54 kilogram putra. Angkatan 167 kilogram pada kesempatan pertama sudah cukup mengantarkannya menjadi yang terbaik.
Hilman mengalahkan Nguyen Binh An dari Vietnam dengan angkatan selisih tipis, yakni 165 kilogram. Peringkat ketiga juga ditempati wakil Vietnam, Phung Huynh Ngoc dengan angkatan 143 kilogram.
Mabruk Arib Dzaky melengkapi kesuksesan para pendatang baru. Sosok pembawa bendera Merah Putih saat defile upacara pembukaan ASEAN Para Games 2025 ini meraih medali emas di kelas 59 kilogram putra.
Dzaky unggul telak dari lawan-lawannya sejak awal pertandingan. Ia mencatatkan angkatan pertama seberat 157 kilogram. Kemudian pada angkatan kedua, Dzaky sukses mengangkat beban 161 kilogram. Dzaky pada akhirnya menegaskan keperkasaanya di kelas 59 kilogram putra ini. Ia berhasil mengangkat beban 163 kilogram pada angkatan terakhir.
Dzaky unggul jauh dari pesaing terdekatnya, Jules Empizo dari Filipina yang membuat angkatan terbaik seberat 147 kilogram. Upaya Jules mendekati Dzaky dengan beban 162 kilogram pada kesempatan ketiga gagal terangkat.
Pelatih para angkat berat Indonesia, Coni Ruswanta memberikan pujian luar biasa untuk trio lifter muda yang mengalirkan medali emas bagi kontingen Indonesia di ajang ASEAN Para Games 2025. "Walaupun anak-anak baru tetapi mentalitasnya bagus. Seperti Eliana, mentalnya luar biasa. Dengan statusnya sebagai debutan, musuhnya termasuk kategori Paralympic, kita main mengalir saja. Mereka maunya apa, kita turutin saja," kata Coni Ruswanta dari Convention Hall Center Point Hotel, Nakhon Ratchashima, Kamis (22/1/2026).
Hilman sangat mensyukuri keberhasilannya meraih emas untuk kontingen Merah Putih, sebab target yang dibebankan pelatih untuk berjuang di Thailad hanya perak. "Alhamdulillah pertandingan lancar, aman. Awalnya sih ada perasaan deg-degan. Tetapi ya yakin ajalah, bismillah. Medali emas ini saya persembahkan untuk Indonesia. Ini emas yang pertama saya ikut APG Thailand 2025," imbuhnya.
Ia mengaku sangat berterimakasih sekali dengan strategi yang diatur tim pelatih. Hilman tuturkan persaingannya dengan dua wakil Vietnam, terutama Nguyen Binh An, yang selisih angkatannya hanya dua kilo saja.
Ekspresi kegembiraan juga ditunjukkan Dzaky, yang berhasil menuntaskan latihan kerasnya dan disiplin menjaga pola makan, dengan hasil medali emas di Thailand. "Medali emas ini saya persembahkan untuk seluruh masyarakat Indonesia yang sudah mendukung kita di ASEAN Para Games ini," ucap Dzaky.
Secara total, dari cabor para angkat berat, Indonesia menyabet 3 emas dan dua perak. Dua perak itu diraih Ni Nengah Widiasih dan dari kelas 49 kilogram putra lewat Abdul Hadi.
Ni Nengah Widiasih harus puas dengan raihan medali perak setelah angkatan terbaiknya seberat 90 kilogram harus takluk dari lifter Vietnam, Ling Phuang Dang dengan angkatan terbaik 97 kilogram. Sedang Abdul Hadi berada di peringkat kedua, di bawah atlet asal Vietnam, Le Van Cong. Abdul Hadi membuat angkatan terbaik 177 kilogram. Sementara Le Van Cong unggul tipis dengan angkatan terbaik 178 kilogram. (H-1)
Kontingen Indonesia langsung tancap gas pada hari pertama ASEAN Para Games 2025 di Nakhon Ratchasima, Indonesia.
AKAN bertanding di ASEAN Para Games Thailand 2025, tim tenis kursi roda Indonesia terus melakukan penguatan strategi dan teknik.
KONTINGEN Indonesia menargetkan meraih 120 medali emas pada ajang ASEAN Para Games 2026 yang akan digelar di Thailand pada awal tahun depan.
Dari total peserta, 291 atlet dari 17 cabang berlatih di Kota Solo dan sekitarnya, sementara 15 atlet tenpin bowling menjalani latihan di Jakarta Utara.
Sebanyak 306 atlet dari 18 cabang olahraga (cabor) yang akan menjadi kontingen Indonesia ke ajang ASEAN Para Games 2025 mulai mengikuti pemusatan latihan per 1 November 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved