Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Indonesia tidak Targetkan Juara Umum ASEAN Para Games 2026, Kenapa?

Khoerun Nadif Rahmat
10/11/2025 22:41
Indonesia tidak Targetkan Juara Umum ASEAN Para Games 2026, Kenapa?
Logo.(Dok Istimewa)

KONTINGEN Indonesia menargetkan meraih 120 medali emas pada ajang ASEAN Para Games 2026 yang akan digelar di Thailand pada awal tahun depan. Target itu membuat Indonesia sulit mempertahankan status juara umum.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan hal tersebut seusai bertemu Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun, di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, kemarin. Thailand sebagai tuan rumah dinilai memiliki peluang besar karena menargetkan lebih dari 174 medali emas.

"Kalau dilihat dari petanya posisi nomor dua (dalam klasemen akhir perolehan medali) itu yang hari ini kita bisa targetkan," ujarnya. Penetapan target itu, kata dia, merupakan bukti keterbukaan tanpa ada rasa enggan atau malu.

"Karena itulah kita perlu introspeksi bersama untuk persiapan ke depan," katanya. Persiapan kontingen Merah Putih menuju ajang dua tahunan ini berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, hanya sekitar tiga bulan. 

Pemusatan latihan nasional (pelatnas) dimulai sejak awal November dan dijadwalkan berlangsung selama dua bulan ke depan. Sebanyak 306 atlet dari 18 cabang olahraga ambil bagian dalam program tersebut.

"Harapannya kita bisa mempertahankan target 120 medali emas tersebut," kata Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia, Reda Manthovani. Indonesia sebelumnya tampil dominan dalam dua edisi terakhir ASEAN Para Games, masing-masing di Surakarta 2022 dengan raihan 175 medali emas dan Kamboja 2023 dengan 159 medali emas. 

Senny Marbun mengungkapkan alasan pihaknya tidak menargetkan meraih juara umum di ASEAN Para Games 2025, yaitu kendala anggaran dan waktu persiapan.

"Yang jelas target kita (pada ASEAN Para Games 2025) di Thailand mungkin tidak bisa seperti yang lalu. Itu kami sangat sedih karena kemarin juga kita mendapatkan anggaran untuk training camp terlambat dan kurang waktu persiapan," kata Senny Marbun.

Menurutnya, olahraga tidak seperti membalikkan telapak tangan. "Olahraga butuh konsentrasi dan latihan yang betul. Kalau cuma waktu dua bulan kami merasa tidak mampu untuk menjadi juara umum di Thailand nanti."

Dalam pertemuan dengan Menpora, pihaknya memperoleh berbagai arahan mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan ke depan untuk terus meningkatkan prestasi olahraga Indonesia. Para atlet menjalani pemusatan latihan nasional di Solo, Jawa Tengah, dan Jakarta. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya