Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani tampil gemilang sebagai penyelamat wajah Indonesia pada hari pertama fase grup BWF World Tour Finals 2025. Bertanding di Hangzhou, China, Rabu (17/12), Sabar/Reza sukses menumbangkan wakil Malaysia, Man Wei Chong/Tee Kai Wun, dua gim langsung 23-21, 21-19.
Kemenangan ini menjadi sangat emosional mengingat Sabar/Reza merupakan satu-satunya wakil Merah Putih yang berhasil meraih poin penuh hari ini, setelah Jonatan Christie dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menelan kekalahan.
Laga ini merupakan ulangan semifinal SEA Games 2025. Sabar/Reza kembali membuktikan dominasi mereka atas pasangan peringkat 4 dunia tersebut. Pertandingan berjalan sangat sengit dengan tempo tinggi sejak gim pertama. Sabar/Reza berhasil mengamankan kemenangan di gim pertama lewat duel saraf pada poin kritis, 23-21.
Di gim kedua, kejar-kejaran skor kembali terjadi. Sabar/Reza unggul tipis 11-10 saat interval. Meski pasangan Malaysia sempat mencoba mengubah tempo permainan dan berbalik memimpin pasca-jeda, ketenangan Sabar/Reza di poin-poin tua akhirnya menyudahi perlawanan Man/Tee dengan skor 21-19.
Sabar Karyaman mengungkapkan bahwa kunci kemenangan mereka terletak pada antisipasi pola defense balik serang lawan serta fokus pada pukulan awal.
"Kami mencoba menerapkan strategi seperti saat di SEA Games. Fokus di bola pertama dan kedua. Memang ada perubahan pola dari mereka di poin-poin akhir, tapi kami mencoba lebih percaya diri," ujar Sabar usai laga.
Senada dengan Sabar, Moh Reza Pahlevi menekankan pentingnya diskusi di lapangan saat lawan mulai mengubah ritme. "Di pertengahan gim kedua, mereka merubah tempo. Kami mencoba untuk nothing to lose dan terus berdiskusi untuk mengatasi permainan mereka," kata Reza.
Tantangan Berat Menanti: Melawan Kim/Seo
Meski mengawali kompetisi dengan hasil positif, Sabar/Reza tidak ingin jemawa. Pada laga kedua nanti, mereka akan menghadapi tantangan berat dari juara dunia asal Korea Selatan, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (dikoreksi: berdasarkan kutipan Reza, lawan berikutnya adalah pasangan Korea, kemungkinan besar Kang Min-hyuk/Seo Seung-jae).
"Besok kami harus menguatkan fokus lagi melawan pasangan Korea yang sedang dalam kepercayaan diri tinggi. Kami harus siap capek," pungkas Reza. (P-5)
Kekalahan wakil terakhir ini menjadi bahan evaluasi besar bagi bulu tangkis Indonesia
Muhammad Shohibul Fikri mengaku mendapat pelajaran berharga dari keuletan pasangan Liang/Wang.
Sabar/Reza kini bersiap menghadapi tantangan di semifinal dengan status sebagai "pembunuh raksasa" yang patut diwaspadai oleh kontestan lainnya di Hangzhou.
Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Fajar/Fikri yang baru dipasangkan kembali di paruh kedua musim 2025.
Jonatan mengakui performanya sepanjang 2025 banyak terganggu oleh masalah kebugaran yang fluktuatif.
Kemenangan di laga terakhir Grup B ini menjadi poin perdana sekaligus pengalaman berharga bagi Jafar/Felisha dalam debut mereka di turnamen penutup tahun yang paling prestisius ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved