Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Langkah ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, di ajang BWF World Tour Finals 2025 resmi berakhir tanpa kemenangan di fase grup. Menghadapi raksasa tuan rumah, Liang Wei Keng/Wang Chang, pada laga pamungkas Grup B, Jumat (19/12), Fajar/Fikri menyerah dua gim langsung 17-21 dan 14-21.
Meski sempat memberikan perlawanan sengit dan memimpin di awal gim pertama, penurunan fokus di poin-poin kritis menjadi celah yang dimanfaatkan dengan cerdik oleh pasangan China tersebut.
Fajar Alfian secara terbuka memaparkan hasil evaluasi timnya setelah bertarung melawan pasangan-pasangan elite dunia di Hangzhou. Menurutnya, standar permainan di World Tour Finals menuntut kesiapan fisik yang jauh lebih tinggi.
"Evaluasi utamanya kami harus meningkatkan stamina, kecepatan (speed), dan daya ledak (power). Di turnamen ini semua pasangan sangat bagus, jadi diperlukan konsentrasi penuh dan peningkatan di segala lini untuk bisa bersaing," ujar Fajar usai pertandingan di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium.
Meski menutup tahun dengan hasil kurang memuaskan di World Tour Finals, Fajar menilai tahun 2025 tetap menjadi tahun yang luar biasa. Ia mengapresiasi Shohibul Fikri yang mampu beradaptasi cepat dalam waktu singkat.
"Target awal kami hanya menembus peringkat 20 besar di akhir tahun, namun ternyata kami bisa finis di jajaran Top 10. Ini sungguh tidak terduga bagi pasangan yang baru berjalan 5-6 bulan," tambah Fajar.
Dalam momen refleksi tersebut, Fajar juga menyelipkan pesan emosional kepada mantan pasangannya, Muhammad Rian Ardianto. "Terima kasih buat Rian atas perjuangannya selama 11 tahun karier saya, khususnya dari Januari hingga Agustus tahun ini. Semoga ke depan kami semua, baik saya, Fikri, maupun Rian, bisa terus berprestasi di mana pun berada."
Senada dengan Fajar, Muhammad Shohibul Fikri mengaku mendapat pelajaran berharga dari keuletan pasangan Liang/Wang. Ia bertekad memperbaiki performa demi menyambut musim kompetisi 2026 yang akan dibuka dengan turnamen bergengsi Malaysia Open pada Januari mendatang.
"Kami punya banyak pekerjaan rumah yang harus dipersiapkan segera setelah pulang dari sini. Kami ingin pencapaian baru di 2026 dan pastinya ingin mengejar gelar juara. Kami tidak ingin mengulangi performa seperti di sini," tegas Fikri.
Kekalahan ini menandai berakhirnya kalender turnamen internasional bagi Fajar/Fikri di tahun 2025, dengan harapan besar untuk kembali lebih kuat sebagai salah satu ganda putra utama dunia di musim depan. (P-5)
Kekalahan wakil terakhir ini menjadi bahan evaluasi besar bagi bulu tangkis Indonesia
Sabar/Reza kini bersiap menghadapi tantangan di semifinal dengan status sebagai "pembunuh raksasa" yang patut diwaspadai oleh kontestan lainnya di Hangzhou.
Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Fajar/Fikri yang baru dipasangkan kembali di paruh kedua musim 2025.
Jonatan mengakui performanya sepanjang 2025 banyak terganggu oleh masalah kebugaran yang fluktuatif.
Kemenangan di laga terakhir Grup B ini menjadi poin perdana sekaligus pengalaman berharga bagi Jafar/Felisha dalam debut mereka di turnamen penutup tahun yang paling prestisius ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved