Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, harus menelan pil pahit pada laga pembuka Grup B BWF World Tour Finals 2025. Bertanding di Hangzhou, China, Rabu (17/12), Fajar/Fikri kalah dramatis dari unggulan kedua asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, melalui pertarungan rubber game ketat 24-22, 16-21, 19-21.
Kekalahan ini terbilang menyesakkan karena pasangan Indonesia sempat mendominasi di gim penentu sebelum akhirnya momentum berbalik ke arah lawan di poin-poin kritis.
Laga sudah berlangsung panas sejak gim pertama. Fajar/Fikri yang sempat tertinggal di awal menunjukkan mental baja dengan memaksakan deuce panjang. Lewat adu drive cepat dan reli melelahkan, mereka berhasil mengamankan gim pertama dengan skor tipis 24-22.
Memasuki gim kedua, Aaron/Soh mulai meningkatkan tempo. Meski Fajar/Fikri mencoba mengimbangi, pasangan Malaysia tampil lebih konsisten di akhir gim dan menang 21-16, memaksa laga berlanjut ke babak penentuan.
Gim ketiga menjadi klimaks dari duel ini. Fajar/Fikri sebenarnya sempat berada di atas angin setelah unggul jauh 8-2 dan memimpin 15-12. Namun, nasib kurang beruntung membayangi Fajar Alfian. Tercatat, sebanyak delapan kali raketnya putus di tengah reli-reli krusial.
Situasi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Aaron/Soh untuk bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 18-18. Di saat krusial, ketenangan pasangan Malaysia menjadi pembeda. Mereka merebut poin-poin akhir dan menutup gim ketiga dengan skor 21-19.
Fajar Alfian mengakui insiden putusnya raket cukup mengganggu momentum perolehan poin mereka, meski ia enggan menjadikannya alasan utama kekalahan.
"Sayang sekali di gim ketiga kami sempat unggul jauh, tapi lawan bisa mengejar. Total ada delapan raket saya yang putus, otomatis ada poin-poin terbuang. Tapi itu bukan alasan, kami harus lebih fokus lagi," ujar Fajar.
Sementara itu, Muhammad Shohibul Fikri menyoroti banyaknya kesalahan sendiri yang justru menguntungkan lawan. "Bola-bola yang seharusnya poin malah terbuang. Kami harus lebih siap lagi secara fisik untuk laga esok karena lawan yang dihadapi tidak mudah," kata Fikri. (P-5)
Kekalahan wakil terakhir ini menjadi bahan evaluasi besar bagi bulu tangkis Indonesia
Muhammad Shohibul Fikri mengaku mendapat pelajaran berharga dari keuletan pasangan Liang/Wang.
Sabar/Reza kini bersiap menghadapi tantangan di semifinal dengan status sebagai "pembunuh raksasa" yang patut diwaspadai oleh kontestan lainnya di Hangzhou.
Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Fajar/Fikri yang baru dipasangkan kembali di paruh kedua musim 2025.
Jonatan mengakui performanya sepanjang 2025 banyak terganggu oleh masalah kebugaran yang fluktuatif.
Kemenangan di laga terakhir Grup B ini menjadi poin perdana sekaligus pengalaman berharga bagi Jafar/Felisha dalam debut mereka di turnamen penutup tahun yang paling prestisius ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved