Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Anomali SEA Games: Atlet Thailand Raih Emas tanpa Bertanding

Dhika Kusuma Winata
13/12/2025 10:18
Anomali SEA Games: Atlet Thailand Raih Emas tanpa Bertanding
Ilustrasi(Antara)

Ajang SEA Games 2025 di Thailand diwarnai kejadian tak lazim pada cabang taekwondo. Seorang atlet tuan rumah Thailand tercatat meraih medali emas tanpa harus menjalani laga final dan wakil Kamboja memastikan tempat di partai puncak tanpa bertanding.

Seperti dilaporkan Soha, peristiwa tersebut terjadi pada taekwondo nomor putri kelas 62-67 kilogram yang dipertandingkan Kamis (11/12) lalu. Atlet Thailand, Chareewan Piyachutrutai, meraih emas meski tidak tampil di partai final karena lawannya dari Kamboja absen. Nomor tersebut sejak awal hanya diikuti tiga atlet masing-masing berasal dari Thailand, Myanmar, dan Kamboja.

Berdasarkan hasil undian, wakil Kamboja, Vann Borey, langsung melaju ke final. Adapun Chareewan Piyachutrutai harus lebih dulu bertanding di semifinal melawan atlet Myanmar, Key Thwe Mon Lin.

Pada laga semifinal, Chareewan tampil dominan dan mengamankan kemenangan. Hasil tersebut mengantarkannya ke final untuk menghadapi Vann Borey. Namun, situasi berubah menjelang laga puncak. Kontingen Kamboja menarik seluruh atletnya dari SEA Games 2025. Akibatnya, Vann Borey tidak dapat tampil di final sehingga medali emas otomatis diberikan kepada Chareewan tanpa pertandingan.

Kondisi minim peserta di nomor tersebut tidak lepas dari kebijakan tuan rumah. Thailand selaku penyelenggara mengizinkan diri mereka mendaftarkan atlet di seluruh nomor tarung sedangkan negara lain hanya diperbolehkan mengikuti lima dari tujuh nomor pada masing-masing kategori putra dan putri.

Aturan tersebut membuat hanya tiga negara yang ambil bagian di kelas 62-67 kg putri. Itu berbeda dengan kelas lain yang diikuti lebih banyak peserta hingga harus melalui babak perempat final.

Mengacu pada regulasi, sebuah nomor tetap sah dipertandingkan apabila diikuti minimal tiga negara. Meski Kamboja kemudian mundur, nomor tersebut tetap dianggap valid karena sempat memenuhi syarat awal. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik