Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PERBANDINGAN antara upacara pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta dan upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024 menjadi topik hangat di kalangan warganet Indonesia.
Upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024 memang banyak menuai kritikan dan kecaman dari berbagai pihak. Salah satu hal yang paling mendapat sorotan adalah upaya panitia pelaksana untuk memparodikan lukisan “Perjamuan Terakhir” karya Leonardo da Vinci.
"Disebut-sebut lebih bagus dari opening olympics Paris, opening ceremony Asian Games 2018 kembali ramai dibahas," tulis akun Instagram, @vacio.id dikutipa Antara, Sabtu (17/8)
Baca juga : Ketua KOI Sebut Hasil Asian Games Jadi Bahan Evaluasi untuk Olimpiade Paris 2024
Dalam unggahannya, Vacio.id menampilkan Tari Ratoh Jaroe dari Aceh yang begitu memukau dan terus terkenang sebagai salah satu atraksi paling menarik dalam pembukaan ajang olahraga.
Tari Ratoh Jaroe dirancang untuk ditampilkan secara kolosal oleh koreografer Denny Malik. Tarian itu merupakan tarian yang kompleks, pasalnya sekira 1.600 penari tampak kompak bergerak tanpa melakukan satu kesalahan sama sekali.
"Siapa yang merinding melihat ini?" lanjut Vacio.id.
Baca juga : Asian Games Berakhir Besok, Medali Indonesia Mager di Peringkat 13
Postingan ini pun disambut warganet. Tidak kurang terdapat 195 ribu suka (likes) dan 3.389 komentar yang membanjiri kolom komentar terkait hal ini. Warganet sepakat jika kualitas seremoni pembukaan Asian Games 2018 jauh lebih bagus ketimbang yang tersaji di Olimpiade Paris belum lama ini.
"Gak usah sama opening ceremony Asian Games 2018, sama PON Riau aja masih bagusan PON Rian ketimbang opening ceremony Olimpiade," tulis @muhammad.c.hidayat.
Warganet lain, @rammang.nixon menilai opening ceremony Asian Games 2018 membuktikan kemampuan Indonesia. Ia menyebut seremoni pembukaan Asian Games 2018 berada di kelas yang berbeda dengan seremoni pembukaan Olimpiade 2024.
Baca juga : Kontingen Panahan Tambah Satu Perunggu dari Nomor Recurve Beregu Putra
"Beda kelas lah, baru kali ini saya sadar, budaya mereka jauh ketinggalan dari kita," tulis rammang.
Seorang warganet lain, @ditha_gladys mengaku bangga pernah menjadi bagian mengisi acara di seremoni pembukaan Asian Games 2018. Ditha menyebut keberhasilan Indonesia di pentas dunia ini merupakan hasil kerja keras bersama untuk mensukseskan pembukaan Asian Games di Jakarta.
"Sampai sekarang kalau flashback lagi seperti gak nyangka bisa jadi bagian dari acara megah itu, bisa membawa nama Indonesia, membuat bangga, masya Allah. Kangen banget momen-momen Asian Games, latihan gak sebentar, hampir lima bulan. Kangen dengan teman-teman lainnya, semoga bisa reuni ya anak anak firedance," kata Ditha. (Ant/P-5)
Pendekatan lama dari program pembinaan sudah tidak lagi memadai sehingga perlu diganti dengan sistem yang lebih modern dan kompetitif.
Ketidakpastian keikutsertaan timnas Indonesia di Asian Games 2026 bermula dari pemberitaan media Vietnam yang menyebutkan adanya perubahan regulasi oleh AFC dan OCA.
Rangkaian latihan intensif timnas skateboard ini dijadwalkan berlangsung cukup panjang, yakni mulai 1 Februari hingga keberangkatan menuju Jepang pada 19 September 2026 mendatang.
Pascakesuksesan di SEA Games 2025, induk organisasi angkat besi tanah air kini membidik medali emas pada gelaran Asian Games 2026.
Tim panjat tebing Indonesia berpotensi membawa pulang empat medali melalui nomor speed putra-putri dan lead putra-putri di Asian Games 2026.
Perenang muda Indonesia Jason Donovan Yusuf menorehkan debut gemilang di SEA Games Thailand 2025. Ia sukses meraih dua medali emas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved