Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS putri Indonesia Aldila Sutjiadi optimistis bisa memenangkan pertandingan lanjutan laga ganda campuran Wimbledon 2024.
Aldila bersama petenis Amerika Serikat Jackson Withrow berhadapan dengan unggulan keempat Sara Errani dan Andrea Vavassori dari Italia pada babak kedua ganda campuran.
Pertandingan mereka harus ditunda akibat hujan yang mengguyur kawasan All England Club, London, Inggris, ketika kedudukan 6-3, 3-6, tiebreak 7-7 Errani serve.
Baca juga : Aldila Sutjiadi Melaju ke 16 Besar Wimbledon
"Pertandingan yang sulit, menegangkan dan penuh drama. Kami harus beradaptasi dengan kondisi lapangan yang basah," kata Aldila dikutip Antara, Rabu (10/7).
"Saya optimistis bersama Jackson bisa memenangkan pertandingan lanjutan nanti. Kami akan berjuang sekuat tenaga."
Perjuangan Aldila dalam ganda campuran dimulai setelah dia kandas poada babak 16 besar ganda putri bersama petenis Amerika Serikat Asia Muhammad.
Baca juga : Batal Tampil di Nomor Ganda Campuran, Karier Andy Murray di Wimbledon Berakhir
Aldila/Asia menyerah 5-7, 3-6 kepada Timea Babos/Nadiia Kichenok.
"Kami sebenarnya mampu memberikan perlawanan dan kekuatan kami berimbang, namun kekalahan di set pertama sangat disayangkan dan mereka mendapatkan momentum terus menekan di set kedua," ujar Aldila.
"Semoga saya dan Asia bisa tampil lebih baik lagi dalam turnamen berikutnya."
Baca juga : Aldila Sutjiadi/Asia Muhammad Melaju ke Putaran Kedua Wimbledon
Pada babak pertama ganda putri Wimbledon 2024, Aldila/Asia mengalahkan Martina Trevisan/Irina-Camelia Begu, dengan skor 7-6(6), 6-3.
Pada babak kedua, unggulan ke-15 itu menundukkan pasangan Rusia, Elena Vesnina/Diana Shnaider, dengan 6-2, 3-6, dan 6-3.
Wimbledon 2024 merupakan Grand Slam ke-11 dan ketiga bagi Aldila tahun ini.
Pada Wimbeldon tahun lalu Aldila berhasil mencapai babak semifinal ganda campuran bersama petenis Belanda Matwe Middelkoop. (P-5)
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Setelah Malaysia Terbuka, penglihatan mata kanan Faza buram dan kabur.
Langkah pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, terhenti prematur di ajang Malaysia Open 2026.
Bagi Marwan/Aisyah, Malaysia Terbuka bukan sekadar turnamen pembuka musim, melainkan panggung elite pertama mereka sejak dipasangkan lebih dari setahun lalu.
Jafar/Felisha dijadwalkan menantang unggulan keempat asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei di putaran pertama Malaysia Terbuka.
Ganda campuran Indonesia tersebut mengalahkan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie dua gim langsung 21-17, 21-17.
Jafar/Felisha harus mengakui keunggulan unggulan ketiga asal Malaysia itu melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-17, 14-21, 15-21.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved