Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Atlet voli nasional yang namanya tengah bersinar, Megawati Hangestri Pertiwi, mengisahkan awal mula dirinya menekuni olahraga voli karena dorongan mendiang sang ayah. Padahal, katanya, ia tak terlalu suka dengan olahraga tersebut.
Karena itu, ia baru bermain voli saat menginjak kelas 1 SMP di usia 14 tahun. Sebelumnya, Mega kecil malah lebih suka bermain sepak bola.
“Dulu aku tomboi orangnya, suka sepak bola, tapi karena almarhum ayah bilang aku tinggi, sayang aja kalau di sepak bola, coba voli (kata ayah). Awalnya juga gak seneng dengan voli,” kisah pemain berjuluk Megatron ini dalam siniar di Youtube LPDUK Kemenpora, diunggah Jumat (19/4) lalu.
Baca juga : Indonesia All Stars vs Red Sparks Malam Ini: Giovanna Milana Batal Tampil
Nyatanya petuah sang ayah membawa berkah. Kepiawannya bermain voli membawa perempuan asal Jember ini hingga bermain di liga voli profesional Korea Selatan, kala membela tim Red Sparks, musim lalu.
Sebelum melanglang di Negeri Ginseng, perjuangan Megawati tentu tak mudah. Keseriusannya bermain voli dimulai dengan mengikuti sebuah klub kecil di Jember. Dari situ ia banyak mengikuti kejuaraan tingkat daerah
“Akhirnya terpantau (oleh klub profesional). Terus sampai ada Bank Jatim yang merekrut Mega untuk masuk klub Bank Jatim,” ujarnya.
Baca juga : Ucapkan Selamat Tinggal, Perpisahan Megawati Hangestri dengan Red Sparks?
Pada 2016, Megawati sudah menginjakkan kaki di timnas voli junior. Hanya setahun kemudian, ia sudah direkrut masuk timnas senior. “Game pertama (timnas senior) di Kuala Lumpur, Malaysia,” kenangnya.
Mega pun menceritakan suka dukanya menjadi atlet profesional. Dalam hal tantangan, selain rasa lelah dan cedera, ia juga harus sering jauh dari orang tua, hingga masa muda yang hilang.
“Atlet juga ada masa muda, cuma kita lebih fokusnya latihan, bukan yang nongkrong. Sekolah aja kita sering dispen,” ungkapnya.
Baca juga : Greysia Polii Puji Megawati Sebagai Kebanggaan Indonesia
Di sisi lain ada juga hal-hal membuatnya senang, seperti banyak pengalaman, hingga dewasa lebih cepat. Perihal dewasa lebih cepat, Mega bercerita, hal itu seperti sudah tuntutan sebagai seorang atlet.
“Kayak dulu Mega masih muda tapi harus bergelut sama senior-senior, Mega paling kecil, jadi bukan circle anak kecil lagi, ada yang udah punya anak,” ujarnya.
“Mungkin di luar atlet juga banyak yang bisa dewasa lebih cepat karena ketemu sama orang-orang yang lebih tua, tapi Mega merasa lebih cepat dewasanya karena ketemunya sama beberapa orang (sekaligus), beda sifat, beda watak,” imbuhnya.
Baca juga : Bawa Red Spark ke Playoff, Megawati Hangestri Cetak Sejarah di Korea
Mega tercatat telah membela sejumlah klub voli Indonesia seperti Surabaya Bank Jatim, Jakarta Pertamina Fastron, Jakarta BNI 46, dan Bandung BJB Tandamata sebagai wakil Indonesia pada Grand Prix ASEAN 2022.
Sebelum bermain di Korea, Mega juga sempat membela klub Thailand Supreme Chonburi-E.Tech (2021) dan klub Vietnam Ha Phu Thanh Hoa (2022) masing-masing selama satu bulan.
Pada pertengahan 2023, Megawati dipilih sebagai draft pemain Asia oleh Red Sparks dan dikontrak selama 1 tahun untuk bermain pada musim 2023-24 dan berhasil mengantar Red Sparks berada di urutan ketiga pada akhir musim kompetisi.
Satu tahun berada di Korea tak membuatnya terlalu kesulitan. Mega menyebut dirinya sudah terbiasa jauh dari orang tua karena sering pergi lama untuk bertanding maupun pemusatan latihan (TC).
“Kalau di Korea, mau gak mau (harus jauh dari Indonesia, karena udah profesional, terus mama juga mengizinkan main di sana, jadi doa mama pasti menyertai, pasti menjaga Mega di sana. Kalau kangen bisa video call. Terus kan nanti bakal pulang juga. Begitu pikirannya, gak yang terlalu sedih,”
Saat ditanya kemungkinan Mega kembali ke Red Sparks, “Itu rahasia, semua orang pasti tanya, (tapi) itu rahasia,” jawabnya singkat. (Ifa)
KOMPETISI bola voli profesional kasta tertinggi di Tanah Air, Proliga 2026, siap menghentak mulai Kamis (8/1). Kota Pontianak, Kalimantan Barat, terpilih menjadi titik awal
Jakarta Electric PLN Mobile optimistis bisa mengunci gelar juara Proliga 2026, kasta tertinggi liga bola voli nasional yang akan dimulai bulan ini hingga akhir April nanti.
PBVSI telah menyiapkan pelatih anyar asal Brasil untuk menukangi timnas putra.
Momen romantis Alfin Daniel dan McEntee Catherine mencuri perhatian di final voli putra SEA Games 2025 Bangkok. Video pelukan beda tim ini viral di media sosial.
Indonesia sempat berada dalam tekanan setelah tertinggal dua set pada awal pertandingan.
Indonesia tampil dominan sejak awal pertandingan di Indoor Stadium Huamark, Rabu (10/12).
Megawati, yang membela Red Sparks selama dua musim Liga Voli Korea memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak karena ingin merawat ibunya yang sakit.
Megawati Hangestri memutuskan tidak memperpanjang kontrak dengan Red Sparks demi merawat ibunya yang sedang sakit.
MEGAWATI Hangesti Pertiwi berhasil membawa Red Sparks ke final V-League 2024/25 setelah menyingkirkan Hillstate dalam laga dramatis di Suwon, Korea Selatan, Sabtu (29/3).
Di ronde keempat, Megawati mencatatkan 186 poin dengan tingkat keberhasilan serangan 50 persen.
Red Sparks menelan kekalahan 2-3 (21-25, 28-26, 25-15, 15-25, dan 15-9) di Chungmu Gymnasium, Daejeon.
Red Spark pun membuat acara spesial bertajuk 'Mega Day' yang digelar pada 26 Januari 2025 bertepatan dengan laga melawan Al Peppers.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved