Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SHELLY-Ann Fraser-Pryce, legenda lari Jamaika dengan tiga medali emas Olimpiade dan sepuluh gelar juara dunia, mengumumkan niatnya untuk pensiun setelah Olimpiade Paris tahun ini.
Dalam wawancara dengan majalah Amerika Essence, Fraser-Pryce mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil untuk lebih banyak meluangkan waktu bersama keluarganya, terutama anaknya.
"Anak laki-laki saya membutuhkan saya," kata Fraser-Pryce. "Saya kini merasa saya berhutang kepada mereka untuk melakukan sesuatu yang lain."
Baca juga : Hasil di Hangzhou jadi Pembelajaran Lalu Zohri untuk Olimpiade Paris 2024
Meskipun berusia 37 tahun, Fraser-Pryce berfokus pada persiapan untuk satu kesempatan terakhir meraih kejayaan Olimpiade di Paris, dengan harapan menyelesaikan karier atletiknya dengan prestasi gemilang.
Ia menekankan pentingnya mengakhiri karier ini sesuai keinginannya sendiri.
Fraser-Pryce telah mengukir prestasi luar biasa dengan memenangkan delapan medali Olimpiade, termasuk gelar 100 meter di Beijing 2008 dan London 2012, serta berkontribusi pada estafet 4x100 Jamaika yang meraih emas di Tokyo. Gelarnya juga melibatkan sejumlah juara dunia dan prestasi di kejuaraan dunia.
Baca juga : Ini Jumlah Dana Pensiun yang Harus Anda Siapkan Agar tidak Menyusahkan Anak
Dengan semangat "mengatasi batas" dan tekad untuk "berhenti ketika memutuskan," Fraser-Pryce siap mengakhiri karier gemilangnya di Paris dan mengukir namanya sebagai salah satu sprinter terbaik sepanjang masa. (AFP/Z-3)
Jimmy Cliff, seorang musisi dari Jamaika yang berkontribusi signifikan dalam memperkenalkan musik reggae ke dunia, telah berpulang di usia 81 tahun.
Citra satelit ungkap kehancuran akibat Badai Melissa yang menghantam Jamaika dengan kecepatan angin 298 km/jam, menewaskan 50 orang dan kerugian lebih dari US$50 miliar.
BADAI Melissa terus menelan korban di kawasan Karibia. Hingga Kamis (30/10), jumlah korban tewas mencapai sedikitnya 49 orang.
JAMAIKA kini berusaha bangkit dari kehancuran setelah diterjang Badai Melissa, badai terkuat yang melanda pulau itu dalam sejarah modern.
Badai Melissa kategori lima menghantam Jamaika dan Haiti, menewaskan puluhan orang sebelum bergerak ke Kuba dan Bahama dengan kekuatan angin hingga 185 km/jam.
Badai kategori lima Melissa dengan kecepatan angin 270 km/jam mendekati Jamaika.
Selain merebut kemenangan, Fraser-Pryce juga menempatkan diri sebagai pelari 100 meter putri dengan catatan waktu tercepat ketiga dalam sejarah acara tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved