Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PELARI elite nasional Triyaningsih mengatakan penggunaan sepatu baru saat lomba bisa berisiko menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk cedera.
Meskipun beberapa sepatu dapat menyesuaikan dengan kaki secara cepat, perempuan yang pernah menyandang predikat Ratu Lari Jarak Jauh Indonesia itu menyarankan untuk tidak mengambil risiko.
"Karena kita belum tahu sejauh mana sepatu tersebut nyaman untuk digunakan," ujar Triyaningsih, dikutip Kamis (18/1).
Baca juga: Lomba Lari Khusus Perempuan Women Half Marathon Digelar April 2024
Untuk berlari, kata Triyaningsih, diperlukan sepatu yang pas dan nyaman demi menunjang keselamatan.
Kaki adalah bagian tubuh yang paling sering mengalami tekanan, beban, dan rintangan setiap hari. Bahkan, tekanan pada kaki dapat meningkat 1,5 hingga 3 kali lipat saat berjalan cepat atau berlari.
Mengetahui bentuk kaki, kata peraih 11 medali emas SEA Games itu, sangat penting menentukan jenis sepatu yang tepat untuk mengurangi beban pada kaki.
Baca juga: BTN Jakarta Run 2023 Diikuti 12.600 Pelari
Triyaningsih menyarankan untuk mencoba sepatu minimal dua kali dengan jarak yang akan ditempuh saat lomba.
"Contohnya, jika lomba dengan jarak 5 hingga 10 kilometer, coba sepatu tersebut selama latihan dengan jarak tersebut," ujarnya.
Triyaningsih mengungkapkan terdapat tiga tipe bentuk kaki yaitu pronated (flat foot), normal, dan supinated (high arch). Penggunaan sepatu untuk lari sebaiknya mengikuti tipe atau bentuk dari kaki.
Saat membeli sepatu, ia menyarankan untuk membeli langsung di toko yang khusus menjual sepatu dan menanyakan fitur-fitur tertentu sesuai dengan tipe kaki.
"Toko yang khusus menjual sepatu biasanya memiliki alat untuk menentukan tipe sepatu yang cocok sesuai dengan tipe kaki," ungkap Triyaningsih.
Bagi pemula, Triyaningsih menyarankan pemilihan sepatu yang memiliki fitur stabilitas karena lebih dapat menyesuaikan bentuk kaki.
Untuk pelari yang ingin meningkatkan performa, ia menekankan pentingnya teknologi pada sepatu untuk mendukung performa saat berlari.
"Bagi pelari yang ingin meningkatkan performa, teknologi pada sepatu sangat perlu dipertimbangkan, karena bisa memberikan tambahan performa sekitar 10% untuk lompatan," jelasnya.
Meskipun penampilan keren dengan sepatu baru sangat menggoda, kata Triyaningsih, kesehatan dan keselamatan kaki harus tetap menjadi prioritas utama bagi para pelari. (Ant/Z-1)
Para pelari disarankan agar rutin mendeteksi masalah jantung, seperti keberadaan plak, sedini mungkin.
Pelari dari berbagai daerah di Indonesia kembali meramaikan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) RUN 2025, di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng)
Mendoan Lover GBK menawarkan menu utama tempe mendoan serta pecel.
Lebih dari 6.000 peserta tercatat mengikuti virtual race di kategori 21K Race yang telah dimulai sejak 23 Juli hingga 24 Agustus 2025.
Salah satu event trail paling ikonik di Indonesia, BDG100 Ultra baru saja rampung digelar di bentang alam pegunungan Bandung Barat, Utara hingga Timur.
Dengan suhu udara sekira 10 derajat celcius ketika malam hari, dan belasan derajat celcius pada siang hari. Dieng Trail Run menjadi pembeda dengan agenda serupa di tempat lain di Indonesia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved