Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANA Ostapenko mengeluhkan jadwal 'gila' Amerika Serikat (AS) Terbuka setelah tersingkir di perempat final usai dikalahkan petenis tuan rumah Coco Gauff, Selasa (5/9).
Kurang dari 48 jam usai menyingkirkan petenis nomor satu dunia Iga Swiatek, petenis unggulan 20 atas Latvia itu tersingkir setelah kalah 6-0 dan 6-2 dari Gauff.
Selepas laga, Ostapenko mengungkapkan kekesalannya atas penjadwalan AS Terbuka, yang memaksanya tampil di jadwal siang hari di Stadion Arthur Ashe tidak lama setelah kemenangannya di putaran keempat atas Swiatek.
Baca juga : Menang Telak Atas Ostapenko, Gauff Melaju ke Semifinal AS Terbuka
"Ini bukanlah penampilan yang bagus dari saya. Saya rasa sulit untuk pulih setelah memainkan laga malam. Setelah saya mengalahkan petenis nomor satu dunia, saya baru tidur sekitar pukul 05.00 pagi," ungkap Ostapenko.
"Saya tidur selama kurang lebih tujuh atau delapan jam namun itu belum cukup untuk memulihkan diri."
"Kemarin, seharian, saya merasa energi saya sangat rendah. Saya pikir, saya hari ini bisa bangun dan merasa lebih baik. Namun, sejujurnya, itu tidak terjadi."
Baca juga : Ostapenko Pulangkan Juara Bertahan Iga Swiatek
"Seharusnya, setelah saya memainkan laga malam hari, setelah libur sehari, seharusnya saya bermain di malam hari juga karena saya tidak memiliki waktu untuk pulih," lanjutnya.
Ostapenko mengatakan penyelenggara turnamen membuat dia merasa dirinya akan diberi laga malam hari pada Selasa (5/9) usai kemenangannya atas Swiatek yang terjadi beberapa menit setelah tengah malam, Minggu (3/9).
"Saya sempat yakin akan bermain malam hari karena itu yang mereka katakan kepada saya. Namun, saat saya melihat jadwal, saya sangat terkejut. Itu amat sangat tidak baik," keluh Ostapenko.
Ostapenko mengaku, meski dia tidak terganggu dengan suhu panas, sinar matahari yang terik menyebabkan dia bermalasah.
"Saya tidak bisa melihat bola dengan jelas karena separuh lapangan ada bayangan sementara separuhnya terkena sinar matahari. Saya merasa bereaksi lambat karena ada bayangan," pungkasnya. (AFP/Z-1)
Aldila Sutjiadi akan kembali berpasangan dengan petenis tuan rumah Giuliana Olmos setelah mereka berduet di Cincinnati Masters, bulan lalu.
Dalam laga final AS Terbuka di Stadion Arthur Ashe, itu, Carlos Alcaraz menang atas Jannik Sinner lewat pertarungan empat set 6-2, 3-6, 6-1, dan 6-4.
Alcaraz kini telah mengoleksi enam gelar grand slam.
Carlos Alcaraz, menilai kehadiran Presiden Donald Trump di final tunggal putra AS Terbuka akan menjadi hal positif bagi dunia tenis.
Carlos Alcaraz tampil gemilang dengan mengalahkan Novak Djokovic untuk menuju final AS Terbuka.
Petenis peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka, mencapai 12 semifinal dari 13 Grand Slam terakhir. Meski konsisten, hanya tiga yang berujung gelar.
Taylor Townsend mengungkapkan Jelena Ostapenko menudingnya tidak berpendidikan usai laga antara keduanya di AS Terbuka.
Naomi Osaka mengecam komentar rasisme Jelena Ostapenko di AS Terbuka 2025.
Osaka berhasil mengalahkan unggulan ke-22 Jelena Ostapenko dengan skor 6-2, 6-4 dalam 1 jam 12 menit
Jelena Ostapenko mengakhiri perlawanan Aryna Sabalenka dalam tempo 1 jam dan 25 menit di final Stuttgart Terbuka ntuk meraih gelar kesembilan dalam kariernya.
Naomi Osaka menutupi wajahnya dengan handuk saat dia menangis lega usai mengalahkan Jelena Ostapenko dan terlihat diliputi emosi kala wawancara di lapangan AS Terbuka.
Aryna Sabalenka, yang merupakan unggulan kedua, membutuhkan waktu 1 jam dan 13 menit untuk mengalahkan Jelena Ostapenko dengan skor 6-2 dan 6-4.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved